Prima Zuldian
Pusat Teknologi Sumberdaya Energi (PTPSE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POTENSI PEMANF AA T AN BIOHIDROGEN DAN BIOMET ANADARI POME UNTUK KETENAGALISTRIKAN P ADA ANALISIS PROTOTIPE 3 BIOHYTHANE KAP ASIT AS 1 M /HARI Prima Zuldian
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 1 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i1.4256

Abstract

Perkembangan energi terbarukan berbasis biomassa semakin dibutuhkan mengingat melimpahnya komoditas biomassa di Indonesia khususnya kelapa sawit serta makin menurunnya cadangan sumberdaya berbasis fosil. Komoditas sawit menjadi salah satu produk perkebunan utama nasional dan menjadi produksi terbesar didunia hingga saat ini yang dimanfaatkan sebagian besar untuk kebutuhan pangan serta sejumlah kecil energi (Biodiesel). Proses ekstraksi T andan Buah Segar (TBS) kelapa sawit tersebut menghasilkan Palm Oil Mill Effluent (POME) dengan Chemical Oxygen Demand(COD) yang tinggi (35.000 ppm). Melalui fermentasi POME dua tahap dalam prototipe sistem 3biohytane berkapasitas 1 m berpotensi menghasilkan listrik dari biohidrogen dan biometana sebesar 5,691 kWe. Ditinjau dari sisi keekonomian, dengan investasi (CAPEX) sebesar US$ 27.559 dan biaya operasional (OPEX) sebesar US$ 1 1.263/tahun akan diperoleh Biaya Pokok Produksi (BPP) sebesar US$ 0,323/kWh, Power Purchase Agreement (PP A) sebesar US$ 0,503/kWh dan tarif penjualan listrik US$ 0,508/kWh. Perbandingan BPP dengan jenis pembangkit lain menunjukkan bahwa BPP yang dihasilkan dari prototipe sistem biohythane cukup kompetitif untuk mensubsitusi pemakaian minyak solar pada PL TD yang saat ini memiliki nilai BPP lebih tinggi. Kata kunci : kelapa sawit, POME, biohythane