Zulaicha Dwi Hastuti
Pusat Teknologi Sumberdaya Energi dan Industri Kimia Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SUHU TERHADAP PROSES PRODUKSI BIOHIDROGEN DARI HASIL FERMENTASI PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) Novio Valentino; Zulaicha Dwi Hastuti; Agung Wibowo
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 13 No. 2 (2017)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v13i2.4263

Abstract

Hidrogen dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk pembakaran langsung pada mesin atausebagai bahan bakar fuel cell yang menghasilkan hampir tidak ada emisi gas rumah kaca ketikadibakar dengan oksigen. Hidrogen dapat ditambahkan ke Compressed Natural Gas (CNG) untukmeningkatkan kinerja dan mengurangi polusi. Hidrogen diproduksi dari bahan yang kaya karbohidratdari limbah industri dengan proses fermentasi gelap. POME dengan kandungan bahan organik cukuptinggi sekitar 25.000 – 70.000 mg/L dapat diolah menjadi gas biohidrogen melalui proses fermentasigelap dengan melibatkan mikroba. Pengaruh suhu proses fermentasi dipelajari dalam penelitian ini.Uji preculture dilakukan pada kondisi suhu 37oC dan 55oC. Sludge dan POME diperoleh dari pabrukkelapa sawit di Bogor. Sludge dilakukan treatment dengan memanaskan apda suhu 90-95oC, selama90 menit. Hasil percobaan menunjukkan bahwa suhu 55oC meghasilkan gas yang lebih tinggidibandingkan dengan suhu 37oC, masing-masing sebesar 95 ml dan 53 ml. Kecepatan produksi gastertinggi terdapat pada waktu inkubasi 24 jam yang kemudian mengalami perlambatan produksi gasketika waktu inkubasi 48 jam.Kata Kunci : POME,hidrogen, fermentasi gelap, preculture
PERENCANAAN PRODUKSI BIOGAS DARI PALM OIL MILL EFFLUENT UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK: STUDI KASUS PABRIK KELAPA SAWIT SEI PAGAR Novio Valentino; Dwi Lukman Hakim; Hana Nabila Anindita; Zulaicha Dwi Hastuti
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v14i2.4280

Abstract

Produksi minyak mentah kelapa sawit yang mengalami peningkatan setiap tahunnya mengakibatkanmeningkatnya pula produksi limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). POMEmemiliki kandungan organik yang tinggi sehingga tidak dapat dibuang secara langsung ke lingkungan.Di sisi lain, tingginya nilai COD dalam POME ini sebenarnya dapat memberikan potensi untuk konversilistrik dengan menangkap gas metana atau biogas yang dihasilkan melalui serangkaian tahapanproses peruraian POME. Dalam kajian ini dilakukan pendataan potensi POME dari Pabrik KelapaSawit (PKS) Sei Pagar serta perencanaan proses produksi biogas dari POME. Data yang didapatseperti nilai COD, BOD, TSS, dan debit digunakan sebagai basic engineering design produksi biogasdari POME. Dalam perencanaan proses dipilih reaktor CSTR untuk proses produksi biogas. Selain itu,dilakukan proses pre-treatment terlebih dahulu untuk menyesuaikan POME dengan kondisi optimumreaktor. Biogas yang dihasilkan akan dipurifikasi sebelum masuk ke gas engine dan diubah menjadienergi listrik. Dengan kapasitas limbah POME di PKS Sei Pagar yakni sebesar 15 m3/jam dan waktu3pengumpanan 16 jam diharapkan mampu menghasilkan 119 m /jam biogas yang kemudian dapatdikonversi menjadi energi listrik sebesar 532 kW.Kata kunci: POME, biogas, COD, CSTR, desain basis