Dwi Lukman Hakim
Pusat Teknologi Sumberdaya Energi dan Industri Kimia Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INVESTIGASI TANAH LOKASIPEMBANGUNAN REAKTOR PLTBG DI PKS SEI PAGAR, PTPN 5 Dwi Lukman Hakim; Novio Valentino; Ade Syafrinaldy
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v14i2.4276

Abstract

Tahap pertama yang harus dilakukan dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg)adalah perencanaan lokasi. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang dekat dengan bahan baku dan harusdekat dengan daerah yang memiliki jaringan listrik untuk memastikan bahwa listrik yang dihasilkandapat disalurkan. Ketersediaan bahan baku limbah cair POME (Palm Oil Mill Effluent) yangberkelanjutan dan dapat diandalkan merupakan aspek penting bagi proyek biogas karena volumepasokan limbah bisa bervariasi sepanjang tahun. Karakteristik limbah cair POME, dan kondisipasokan dapat diperoleh dari survei dan pengambilan sampel limbah. Pembangunan PLTBgditetapkan berlokasi di PKS (Pabrik Kelapa Sawit) Sei Pagar, PTPN 5, Riau.Kegiatan perencanaanlokasi ini ditekankan pada penyelidikan tanah dengan cara sondir dan pengambilan sampel tanahmenggunakan alat bor serta analisissampel tanah. Analisis kondisi tanah bertujuan untukmengevaluasi kondisi lapisan tanah yang ada di lokasi dan mengetahui letak kedalaman tanah kerasserta untuk mendapatkan data parameter tanah yang akan digunakan sebagai dasar perhitungandalam perencanaan pondasi dan design infrastruktur perencanaan pembangunan reaktor CSTR.Berdasarkan analisis daya dukung tanah dan hasil standard penetration test (SPT) diperolehperhitungan pemancangan perlu dilakukan sampai kedalaman 12,00 meter di bawah muka tanahdengan diameter tiang pancang diatas 60 cm.Selain itu, dari perhitungan daya dukung pondasidiketahui titik BH.02 memiliki daya dukung tanah yang tidak konsisten sehingga terindikasi merupakantanah hasil timbunan. Oleh karena itu perlu dilakukan revisi lay-out biogas plant.Kata kunci: investigasi tanah, uji tanah, pembangkit listrik tenaga biogas, POME
PERENCANAAN PRODUKSI BIOGAS DARI PALM OIL MILL EFFLUENT UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK: STUDI KASUS PABRIK KELAPA SAWIT SEI PAGAR Novio Valentino; Dwi Lukman Hakim; Hana Nabila Anindita; Zulaicha Dwi Hastuti
Jurnal Energi dan Lingkungan (Enerlink) Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/elk.v14i2.4280

Abstract

Produksi minyak mentah kelapa sawit yang mengalami peningkatan setiap tahunnya mengakibatkanmeningkatnya pula produksi limbah cair kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME). POMEmemiliki kandungan organik yang tinggi sehingga tidak dapat dibuang secara langsung ke lingkungan.Di sisi lain, tingginya nilai COD dalam POME ini sebenarnya dapat memberikan potensi untuk konversilistrik dengan menangkap gas metana atau biogas yang dihasilkan melalui serangkaian tahapanproses peruraian POME. Dalam kajian ini dilakukan pendataan potensi POME dari Pabrik KelapaSawit (PKS) Sei Pagar serta perencanaan proses produksi biogas dari POME. Data yang didapatseperti nilai COD, BOD, TSS, dan debit digunakan sebagai basic engineering design produksi biogasdari POME. Dalam perencanaan proses dipilih reaktor CSTR untuk proses produksi biogas. Selain itu,dilakukan proses pre-treatment terlebih dahulu untuk menyesuaikan POME dengan kondisi optimumreaktor. Biogas yang dihasilkan akan dipurifikasi sebelum masuk ke gas engine dan diubah menjadienergi listrik. Dengan kapasitas limbah POME di PKS Sei Pagar yakni sebesar 15 m3/jam dan waktu3pengumpanan 16 jam diharapkan mampu menghasilkan 119 m /jam biogas yang kemudian dapatdikonversi menjadi energi listrik sebesar 532 kW.Kata kunci: POME, biogas, COD, CSTR, desain basis