p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Inovator
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh temperatur pengeringan pada alat pengering sistem rotary terhadap kualitas cabai merah Vivi Apriyanti
Jurnal Inovator Vol 4 No 2 (2021): Analisa Kinerja Mesin
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/ji.v4i2.204

Abstract

Cabai merah merupakan bahan makanan yang banyak dikonsumsi dan ditanam di Indonesia dengan harga yang sangat berfluktuasi. Penanganan pascapanen cabai membantu petani dari kerugian serta dapat menjaga stabilitas harga di pasar. Penanganan pascapanen yang paling mudah dilakukan adalah pengeringan. Pada penelitian ini pengeringan cabai dilakukan dengan menggunakan alat pengering dengan sistem rotary. Alat pengering dirancang berupa drum yang berputar secara mekanik dengan penggerak motor listrik. Udara panas yang bersumber dari pembakaran LPG dilewatkan secara paksa melintasi drum dengan menggunakan blower. Pengeringan dilakukan selama 6 jam dengan kapasitas cabai merah segar sebanyak 3 kg pada temperatur 60 oC, 70 oC dan 80 oC. Pada pengeringan dengan temperatur 60 ˚C menghasilkan kadar air yang masih tinggi yaitu 18,2 % dengan susut bobot 80 %, tekstur cabai masih basah dan lembut dengan warna merah cerah. Pada pengeringan bertemperatur 70˚C, kadar air cukup rendah yaitu 11,22 %, susut bobot sekitar 87,2 %, tekstur cabai kering dengan warna merah cerah, sedangkan pada temperatur 80˚C, kadar air rendah 9,1 %, susut bobot tinggi 90 %, tekstur cabai kering dengan warna kecoklatan.
Pengaruh Temperatur Pengeringan Pada Alat Pengering Sistem Rotary Terhadap Kualitas Cabai Merah Dikki Pratama; Vivi Apriyanti; Generousdi
Jurnal INOVATOR Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v4i2.146

Abstract

Red chili is a food ingredient that is widely consumed and grown in Indonesia. Prices fluctuate greatly due to many factors. Post-harvest handling of chili can help farmers from losses and can maintain price stability in the market. The easiest post-harvest handling is drying. In this study, chili drying was carried out using a dryer with a rotary system. The dryer is designed in the form of a mechanical rotating drum driven by an electric motor. Hot air from LPG combustion is passed forcibly across the drum using a blower. Drying was carried out for 6 hours with a capacity of 3 kg of fresh red chilies at 60 oC, 70 oC and 80 oC. Drying at a temperature of 60 oC produces a high water content of 18.2 % with a weight loss of 80 %, the texture of the chili is still wet and soft with a bright red color. At a drying temperature of 70˚C the moisture content is quite low, namely 11.22 %, weight loss is about 87.2 %, the texture of dry chili is brightly red colored, while at a temperature of 80 ˚C the water content is low 9.1 %, the weight loss is high 90 %, dry chili texture with brown color.