Kamaruddin Kamaruddin
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MODEL PENYELESAIAN KONFLIK DI LEMBAGA ADAT dkk., Kamaruddin,
WALISONGO Vol 21, No 1 (2013): Walisongo,Resolusi Konflik
Publisher : IAIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSo far, there is a claim that the conflict resolution conducted by tradition institution ismediation, but in some extend it showed the differences in principle and procedure.Based on the argument this article has the purposes to know any conflict frequentlybroken among Aceh community, the patterns of cooperation of the traditioninstitutions, and to know the most dominant institution in resolving conflict.Applying qualitative method, it is revealed that tradition institutions took a veryimportant part in resolving confling in Aceh society. Eventhough all elements of thetradition institutions are involved in conflict resolution but in the processes of conflictresolution in gampong level, keuchik has a very important and strategic role.***Selama ini muncul klaim bahwa praktek penyelesaian konflik yang dilakukanoleh lembaga adat adalah mediasi tetapi pada tataran realitasnya menunjukkanada perbedaan dalam prinsip dan prosedur yang selama ini dilakukan. Olehkarena itu tulisan ini bertujuan untuk mengetahui macam-macam konflik yangsering terjadi dalam masyarakat Aceh dan melihat pola kerjasama yangdilakukan lembaga adat dalam menyelesaikan konflik serta siapakah diantaramereka yang paling dominan dalam menyelesaikan konflik. Dengan menggunakanmetode penelitian kualitatif ditemukan bahwa lembaga adat telah memainkanperan yang sangat signifikan dalam menyelesaikan konflik di kalanganmasyarakat Aceh. Meskipun semua unsur lembaga adat terlibat dalam menyelesaikankonflik tetapi dalam proses penyelesaian konflik untuk tingkatgampong, keuchik menduduki peran yang sangat penting dan strategis.Keywords: lembaga adat, konflik, mediasi, gampong, keuchik
ANALISIS POTENSI PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT BERBASIS MASJID DI KOTA BANDA ACEH Kamaruddin Kamaruddin
Islam Futura Vol 13, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Islam Futura
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jiif.v13i1.572

Abstract

Mosque-based economic empowerment aims to increase the independence and well-being in which the mosque is expected to meet the financial needs independently and it is instrumental in creating a prosperous society. Economic empowerment of local communities is not limited to business - of producing goods and services but also includes training and mentoring, financing or access to capital and market access. This study examines the potential of mosque in the city of Banda Aceh and also provides an overview of the opportunities and challenges in the community empowerment such as: (i) human resources, (ii) institutional capacity (iii) social integrity (iv) SME business climate and surrounding environment and (v) stakeholders support.
MODEL PENYELESAIAN KONFLIK DI LEMBAGA ADAT Kamaruddin Kamaruddin
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 21, No 1 (2013): Resolusi Konflik
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.21.1.236

Abstract

So far, there is a claim that the conflict resolution conducted by tradition institution is mediation, but in some extend it showed the differences in principle and procedure. Based on the argument this article has the purposes to know any conflict frequently broken among Aceh community, the patterns of cooperation of the tradition institutions, and to know the most dominant institution in resolving conflict. Applying qualitative method, it is revealed that tradition institutions took a very important part in resolving confling in Aceh society. Eventhough all elements of the tradition institutions are involved in conflict resolution but in the processes of conflict resolution in gampong level, keuchik has a very important and strategic role. 
STRATEGI DAKWAH JAMAAH TABLIGH DI KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE Kamaruddin Kamaruddin; Wahyuni Hidaya Tullah
Al-Idarah: Jurnal Manajemen dan Administrasi Islam Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/al-idarah.v5i1.13948

Abstract

Strategi dakwah sangat penting untuk diperhatikan oleh da’i dalam menjalankan dakwah, sehingga dakwah dapat tersampaikan sesuai dengan harapan. Dakwah yang efektif ialah dakwah yang dapat tersampaikan dengan baik kepada para mad’u. Namun kegiatan dakwah yang dijalankan terkadang tidak berjalan dengan baik. Seperti halnya yang dilakukan oleh Jamaah Tabligh di Kecamatan Simeulue Tengah, kabupaten Simeulue. Faktanya partisispasi masyarakat untuk mengikuti majelis ilmu yang dikembangkan oleh Jamaah Tabligh di Kecamatan Simeulue Tengah masih tergolong kurang. Maka dengan hal itu dirasa penting kiranya untuk melihat lebih jauh mengenai strategi kelompok dakwah ini dengan tujuan untuk mengetahui strategi dan faktor hambatan yang dihadapi oleh kelompok Jamaah Tabligh ini. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Hasil kajian ditemukan bahwa strategi dakwah Jamaah Tabligh mendeskripsikaan tentang lima amal sempurna, yaitu, musyawarah, silahturrahmi, lemah lembut, berpegang teguh dengan Sunnah serta menghidupkan taklim kegiatan. Jamaah Tabligh di Kecamatan Simeulue Tengah dalam menjalankan dakwah juga mendapatkan hambatan seperti adanya masyarakat yang tidak suka dengan Jamaah tablig dengan alasan tertentu, dan kesibukan anggota dakwah Jamaah Tabligh.