Aida Nur Fitri
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGENAL MODEL PAUD BEYOND CENTRE AND CIRCLE TIME (BCCT) UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Aida Nur Fitri; Christine Steffani; Salsabila Afifah
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v4i2.944

Abstract

AbstractThis article discusses the BCCT learning model or known as the Sentra model that describes the history, shortcomings and advantages, main characteristics, principles, and objectives of this BCCT / Sentra model. This article was created considering the importance of learning models in the implementation of early childhood education, so that it is expected to expand knowledge, especially educators as parties who have an important role in the implementation of education for early childhood. This research uses this type of qualitative research by referring to descriptive analysis from a variety of relevant sources. The type of study used is literature study by collecting information from books, journals, article discussions and others. The results of this study found that the learning model that is suitable for use in early childhood education in Indonesia is the BCCT / Sentra learning model, because it does not require much equipment, but children's intelligence can still be optimized.AbstrakArtikel ini membahas mengenai model pembel ajaran BCCT atau dikenal dengan model Sentra yang memaparkan sejarah, kekurangan dan kelebihan, ciri utama, prinsip-prinsip, serta tujuan dari model BCCT/ Sentra ini. Artikel ini dibuat mengingat pentingnya model pembelajaran dalam pelaksanaan pendidikan anak usia dini, sehingga diharapkan dapat memperluas pengetahuan khususnya para pendidik sebagai pihak yang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan merujuk pada penganalisisan deskriptif dari berbagai sumber yang relevan. Jenis studi yang digunakan yaitu studi kepustakaan dengan mengumpulkan informasi dari buku, jurnal, pembahasan artikel dan lainnya. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa model pembelajaran yang cocok digunakan dalam pendidikan anak usia dini di Indonesia adalah Model pembelajaran BCCT/ Sentra, karena  tidak memerlukan peralatan banyak, namun kecerdasan anak tetap bisa dioptimalkan.  
Pengaruh Menonton Animasi bagi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Aida Nur Fitri; Syifa Nailul
Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v10i2.40737

Abstract

Animasi merupakan suatu tontonan yang sangat digemari oleh anak-anak karena gambarnya yang menarik, penuh warna, cerita yang disajikan sesuai dengan minat anak, dan sebagainya. Ditambah lagi waktu yang banyak habiskan anak di rumah karena isolasi di masa pandemi Covid-19 ini menjadikan anak memiliki banyak waktu untuk menonton animasi. Dengan menonton animasi, aspek perkembangan anak dapat terdampak. Dampak dari menonton animasi bagi anak sangatlah beragam, mulai dari dampak positif, hingga negatif. Oleh karena itu, tujuan penulis melakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh menonton animasi bagi perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data dari para orang tua yang memiliki anak usia 5-6 tahun. Didapati bahwa kebanyakan anak usia 5-6 tahun menonton animasi melalui televisi. Selain itu, melalui pendapat orang tua, diketahui bahwa menonton animasi berdampak kurang baik terhadap perkembangan sosial emosional anak. Ketika anak menonton animasi, anak cenderung akan memiliki emosi yang kurang baik seperti marah dan menangis ketika dilarang untuk menonton dan diperintah melakukan hal lain ketika sedang menonton.