Deni Primajaya
Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis UNDIP

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN PELATIHAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT PERTAMINA (PERSERO) UPMS IV SEMARANG Primajaya, Deni
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departemen Administrasi Bisnis, FISIP Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.2 KB)

Abstract

: PT Pertamina (Persero) Unit Pemasaran IV merupakan BUMN yang bergerak di bidang usaha minyak dan gas bumi, serta kegiatan usaha lain yang terkait dengan tujuan profit. Kinerja karyawan merupakan salah satu ukuran yang sering dipakai dalam menentukan efektivitas organisasi. Sebuah organisasi atau perusahaan tidak akan dapat berkembang apabila kinerja karyawannya juga tidak mengalami peningkatan apalagi dengan semakin tingginya tingkat persaingan yang ada dalam dunia bisnis. Motivasi dan pelatihan kerja mempunyai pengaruh dalam peningkatan kinerja karyawan. Oleh karena itu kedua hal tersebut perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam rangka peningkatan kinerja karyawannya. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguji pengaruh motivasi kerja dan pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT PERTAMINA (Persero) UPms IV Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan explanatory research terhadap 57 responden yang diambil dengan metode proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasar hasil analisis diketahui ada pengaruh positif antara motivasi kerja terhadap kinerja, dengan koefisiensi determinasi sebesar 71,8%. Ada pengaruh positif antara pelatihan kerja terhadap kinerja, dengan koefisien determinasi sebesar 63,5%. Ada pengaruh positif antara motivasi kerja dan pelatihan kerja terhadap kinerja, dengan koefisien determinasi sebesar 78,6%. Semakin tinggi tingkat motivasi kerja dan pelatihan kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan.