AbstractThis research aims to find out the Public Relations Crisis Management of PDAM Tirta Pakuan Bogor City (Case Study After Delayed Operation of Katulampa Drinking Water Flow System (SPAM). The study used four stages of the public relations strategy process (Rosady Ruslan, 2010: 148-149) and crisis management strategies (Firsan Nova, 2009:136-137). This study uses a qualitative approach, because this study requires detailed observation and in this study also conducted in-depth interviews with related sources. This research researcher wants to describe and describe how PDAM public relations Tirta Pakuan Bogor applies public relations strategies and conducts crisis management in cases after the delayed operation of the Drinking Water Flow System (SPAM) in Katulampa. The results of this research, the public relations of PDAM Bogor City only utilizes its internal employees in the face of the crisis and also appointed one of the employees from the technical section as a spokesman for the To explain about the crisis that occurred. PDAM public relations Tirta Pakuan uses Press Release as a form of rapid response action so that the public or customers of PDAM Bogor City can find out the actual information that occurs about the crisis that is being experienced. Socialization is one of the ways of PDAM Tirta Pakuan public relations to overcome the crisis. PDAM publicist Tirta Pakuan Bogor implemented an early warning system that creates a zone three customer forum to inform about interference and receive complaints through WhatsApp social media.Keywords: Crisis Management, PDAM Tirta Pakuan Bogor, Public RelationsAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Krisis Humas PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor (Studi Kasus Pasca Tertundanya Pengoperasian Sistem Pengaliran Air Minum (SPAM) Katulampa). Penelitian ini menggunakan empat tahap proses strategi public relations (Rosady Ruslan, 2010 : 148-149) dan strategi manajemen krisis (Firsan Nova, 2009:136-137). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena penelitian ini membutuhkan observasi secara detail dan pada penelitian ini juga dilakukan wawancara mendalam terhadap para narasumber yang terkait. Penelitian ini peneliti ingin menjabarkan dan menggambarkan bagaimana humas PDAM Tirta Pakuan Bogor mengaplikasikan strategi humas dan melakukan manajemen krisis pada kasus pasca tertundanya pengoperasian Sistem Pengaliran Air Minum (SPAM) di Katulampa. Hasil dari penelitian ini humas PDAM Kota Bogor hanya memanfaatkan pegawai internalnya saja dalam menghadapi krisis dan juga menunjuk salah satu pegawai dari bagian teknis sebagai juru bicara untuk menjelaskan tentang krisis yang terjadi. Humas PDAM Tirta Pakuan menggunakan Press Release sebagai bentuk aksi cepat tanggap agar masyarakat atau pelanggan PDAM Kota Bogor dapat mengetahui informasi yang sebenarnya terjadi tentang krisis yang sedang dialami. Sosialisasi menjadi salah satu cara humas PDAM Tirta Pakuan untuk mengatasi krisis. Humas PDAM Tirta Pakuan Bogor menerapkan early warning system yaitu membuat forum pelanggan zona tiga untuk memberi informasi mengenai gangguan dan menerima keluhan melalui media sosial WhatsApp.Kata Kunci : Humas, Manajemen Krisis, PDAM Tirta Pakuan Bogor