Kinerja (prestasi kerja) organisasi sektor publik sering mendapat sorotan masyarakat terutama yang berkaitan dengan masalah kualitas pelayanan, biaya pelayanan dan akuntabilitas publik. Permasalahan tersebut juga dijumpai di perpustakaan, di mana prestasi kerja pejabat fungsional pustakawan (baik front office maupun back office) masih jauh dari memuaskan. Hambatan kendala ini dapat diminimalisasi dengan adanya penerapan konsep manajemen stratejik sebagai langkah menuju peningkatan kinerja pustakawan. Penyusunan strategi peningkatan kinerja pustakawan tersebut terkait dengan pengembangan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pustakawan di tahun yang akan datang terutama dalam mengantisipasi pengembangan dimensi lingkungan internal maupun eksternal sebagai konsekuensi dari perkembangan era global dan penerapan teknologi informasi dengan demikian konsep manajemen stratejik ini membahas hubungan antara perpustakaan dan lingkungan serta menguraikan cara bagaimana menghadapi dan menanggulangi perubahan sehingga perpustakaan tetap mampu mengendalikan sasaran yang dikehendaki. Faktor-faktor pendukung dan penghambat kinerja pustakawan dalam organisasi melalui salah satu alat manajemen stratejik yaitu analisis SWOT. Analisis SWOT berusaha untuk menganalisis berbagai faktor pendukung dan penghambat yang ada di dalam maupun di luar organisasi kemudian berupaya menterjemahkannya ke dalam suatu strategi utama untuk mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Apabila analisis SWOT dijalankan dengan baik dari awal hingga akhir akan sangat berguna sebagai suatu alat dalam manajemen stratejik yang dapat membantu organisasi perpustakaan dalam mewujudkan peningkatan kinerja pustakawan.