This Author published in this journals
All Journal Media Pustakawan
Luthfiati Makarim
Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, Perpustakaan Nasional RI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menjadi Pustakawan: Memaknai Hidup Luthfiati Makarim
Media Pustakawan Vol 15, No 1&2 (2008): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.394 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v15i1&2.927

Abstract

Semua pribadi yang normal tentu menginginkan menjadi individu produktif. Individu produktif adalah pribadi yang dapat menghasilkan suatu objek, gagasan, pemecahan masalah atau menyelesaikan tugas pekerjaan dan seterusnya. Individu yang produktif akan selalu mengupayakan apa yang diperbuat secara efektif, efisien dan berkualitas. Sesuai dengan profesi kita sebagai pustakawan, berikut adalah 7 poin profesionalisme pustakawan hasil penelitian Sulistyo Basuki terhadap pustakawan alumni UI yaitu: 1. Memiliki keterampilan (skill), pengetahuan (knowledge) dan kemampuan (ability) yang memadai sesuai kriteria yang ditetapkan institusi masing-masing; 2. Memiliki kedewasaan psikologi dalam menjalankan pekerjaan dan tugas yang dibebankan kepadanya; 3. Ia harus termasuk dalam kategori high growth need employee; 4. Memiliki kesadaran bahwa kesuksesan dalam tugas atau pekerjaan tidak harus selalu diukur dari jumlah gaji dan imbalan materi yang diperolehnya; 5. Memiliki kesadaran bahwa tugas dan tanggung jawab yang utama adalah memberikan layanan informasi yang sebaik-baiknya kepada masyarakat; 6. Memiliki kemampuan untuk bertindak komunikatif serta edukatif; 7. Dalam melaksanakan tugas/pekerjaannya, ia tidak bersitegang dengan hal-hal rutin dan bersifat kaku, namun berani menggali hal-hal baru dan bermanfaat bagi instansi dan masyarakat yang dilayaninya. Selain itu kompetensi pustakawan didasari oleh hal-hal seperti keterampilan, pengetahuan, peran sosial, citra diri, watak, dan motif. Keenam hal tersebut strukturnya dalam diri seseorang mirip gunung es, yang puncaknya adalah keterampilan dan pengetahuan. Memiliki nilai tambah dalam diri individu pustakawan sangat diperlukan agar pustakawan memiliki kompetensi pembeda yang membedakannya dari regular performer dengan outstanding performer.