This Author published in this journals
All Journal Media Pustakawan
Edy Pranoto
Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Perpustakaan Terhadap Perkembangan Budaya Baca Masyarakat Kabupaten Wonosobo Edy Pranoto; FA Wiranto
Media Pustakawan Vol 16, No 1&2 (2009): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v16i1&2.908

Abstract

Penelitian bertujuan mengungkap dan mendiskripsikan:(1) Antusiasme masyarakat datang ke perpustakaan; (2) Jenis layanan perpustakaan yang menarik bagi pengunjung perpustakaan; (3) Pengaruh penerapan TI terhadap kinerja perpustakaan; (4) Efektivitas promosi yang dilakukan oleh perpustakaan; (5) Peran Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo terhadap citra Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo. Populasi penelitian adalah pengunjung Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo, sebanyak 1206 orang. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik random sampling. Populasi diambil 10% sehingga diperoleh sampel sebanyak 120 orang. Data diperoleh melalui angket kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Masyarakat Kabaupaten Wonosobo antusias datang ke perpustakaan karena koleksi lengkap, ruang baca perpustakaan nyaman, dan suasananya tenang. Masyarakat menggunakan perpustakaan untuk keperluan membaca, mencari informasi, meminjam buku, dan belajar (2) Jenis layanan perpustakaan yang menarik bagi pengunjung adalah layanan surat kabar, majalah/jurnal, fiksi, buku referensi dan buku pelajaran.; (3) Teknologi informasi (TI) berpengaruh terhadap kinerja perpustakaan, yang ditandai oleh: pengguna memanfaatkan komputer perpustakaan sehingga layanan lebih cepat, pencarian informasi lebih mudah, kelancaran kerja dan layanan meningkat; (4) Promosi perpustakaan belum efektif, yang ditandai bahwa masyarakat pengguna perpustakaan mengenal Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo dari teman, guru atau orang tua (5) Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo berperan terhadap citra Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo. Berdasarkan kesimpulan di atas disarankan: (1) Antusiasme masyarakat terhadap perpustakaan harus dibangun, dan kedekatan mereka terhadap perpustakaan harus makin dikembangkan dengan memenuhi kebutuhan masyarakat; (2) Untuk meningkatkan ketertarikan pengunjung, ruang dan fasilitas perpustakaan harus dirancang lebih baik, koleksi tersedia lengkap, dan jam layanan diperpanjang; (3) Jumlah komputer pada setiap jenis layanan yang ada di perpustakaan perlu ditingkatkan agar kualitas layanan semakin meningkat pula; (4) Perpustakaan perlu mendayagunakan Buletin Perpustakaan dan/atau Majalah Dinding, serta merancang publikasi melalui web site Perpustakaan agar makin banyak masyarakat yang dapat mengetahui Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo dan mengakses informasi-infomasinya; (5) Pemda Kabupaten Wonosobo harus senantiasa mengembangkan Perpustakaan Umum Kabupaten Wonosobo melalui penyediaan dana APBD perpustakaan tersebut agar dapat mewujudkan sebuah kondisi masyarakat Wonosobo yang berbudaya baca tinggi, dan berkualitas.
Peran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Dalam Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tingg Edy Pranoto
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.378 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.919

Abstract

Perpustakaan Perguruan Tinggi berfungsi sebagai penunjang pelaksanaan Tri dharma Perguruan Tinggi di mana perpustakaan tersebut bernaung. Pembinaan Ditjen Dikti terhadap Perpustakaan Perguruan Tinggi di berbagai bidang seyogyanya diselenggarakan lagi, sebabĀ  bila pembinaan dan pengembangan perpustakaan tersebut hanya mengandalkan perguruan tinggi yang bersangkutan, perkembangannya tidak secepat bila ada uluran tangan dari Ditjen Dikti. Frame of Reference antara pustakawan dan pengguna perpustakaan di perguruan tinggi seharusnya seimbang. Di perguruan tinggi punya program pendidikan jenjang Diploma, S1, S2, dan S3, karena itu bantuan bagi pustakawan untuk melanjutkan studi pada jenjang Pendidikan Diploma 3, S-1, dan S-2 Ilmu Perpustakaan seyogyanya diselenggarakan lagi mengingat sekarang sudah semakin banyak pustakawan di perguruan tinggi yang berpotensi untuk melanjutkan studi agar kualitas SDM-nya meningkat, yakni semakin professional. Demikian pula bantuan pembelian buku-buku, langganan majalah ilmiah/junal seyogyanya terus diselenggarakan agar sumber informasinya semakin lengkap. Menyangkut pembinaan pendidikan jenjang Diploma, S-1, dan S-2 Ditjen Dikti dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi penyelenggara pendidikan Juruan Ilmu Perpustakaan, seperti UNDIP, UGM, UI, UNPAD, UNAIR, dan lain-lain. Menyangkut Diklat, Ditjen Dikti dapat bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI yang telah mempunyai program-program Diklat dari jenjang terendah (tersingkat) sampai jenjang tertinggi (terlama).