Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pustakawan Di Era Teknologi Informasi Dan Komunikasi (New Paradigm) Riah Wiratningsih
Media Pustakawan Vol 16, No 3&4 (2009): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.921 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v16i3&4.914

Abstract

Salah satu keberhasilan suatu perpustakaan adalah apabila berhasil memenuhi/memuaskan informasi apa yang dibutuhkan oleh pemustaka. Untuk itu perpustakaan, dalam hal ini pustakawan perlu melakukan/mempelajari perilaku pencari informasi. Di era teknologi saat ini pemustaka membutuhkan informasi (information needs) secara cepat, tepat, dan mudah melalui internet. Kesiapan perpustakaan dalam menghadapi era TIK untuk memenuhi kebutuhan pemustaka, merupakan sebuah tuntutan yang harus direalisasikan, di mana sumber daya manusia dan kemampuan manusia untuk berinteraksi dengan lingkungannya menjadi faktor yang amat penting. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, mau tidak mau organisasi perpustakaan Indonesia harus mengembangkan kiprah kepustakawanannya. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka perlu suatu kupasan tentang paradigma kepustakawanan selama ini. Maka rumusan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut. Apa yang dilakukan oleh pengelola perpustakaan/pustakawan dalam membentuk new paradigm terhadap eksistensi perpustakaan dalam dinamika perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini?Pustakawan dan TIK merupakan sesuatu yang harus kita lihat kembali, saat ini keberadaan internet akan menggeser perpustakaan karena internet akan lebih memberi kemudahan kepada pengguna daripada harus masuk ke perpustakaan yang pasti akan dihadapkan dengan segala peraturan dan birokrasinya, apalagi dengan pustakawannya yang sering cemberut daripada bersikap menyapanya. Menyikapi perubahan TI yang terjadi, pustakawan harus menjadi pendukung kebebasan informasi. TI memberikan harapan besar untuk memberikan akses tak terbatas kepada mereka yang mencari informasi, bahkan kepada mereka yang tidak mampu secara fisik. Melalui aplikasi khusus dan akses dari manapun. Internet telah mengubah dunia informasi tanpa banyak formalitas. Kekuatan TI telah menggiring kita ke keadaan sekarang dan kita akan semakin tergantung padanya. Merupakan suatu tantangan bagi pustakawan adalah untuk memahami dan menentukan posisinya dalam proses perubahan dan beralih dari pemikiran perpustakaan sebagai ruang fisik semata ke suatu kenyataan baru perpustakaan sebagai organisasi yang harus mengembangkan jenis layanan informasi digital.
Bahasa Inggris: Bahasa Inggris Riah Wiratningsih
Libraria: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volumen 10, Nomor 2, Tahun 2021 (Desember 2021)
Publisher : FPPTI Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.57 KB)

Abstract

This article aims to share the academic librarian's experiences providing consultation services to library users during Indonesia's Covid-19 pandemic since March 2020. Further, it describes the academic librarian's challenges in developing countries to meet the academic community’s demands. The approach used is the author's personal experiences as an academic librarian. The data were taken from students' questions on personal communication by WhatsApp and Email, then reviewed by the author to find solutions. A review of current literature about the topic deals with issues presented scientifically. This paper's results explain academic librarians' efforts in carrying out their roles during the Covid-19 pandemic. The attempts implemented in the central library of Universitas Sebelas Maret enhance library website content and online consultation services. This article is expected to contribute valuable insight and practical solutions regarding virtual assistance to help students develop their skills and become self-learners during the pandemic.