Dedi Junaedi
Pengurus Pusat Ikatan Pustakawanan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Kepustakawanan Di Era Disrupsi Dedi Junaedi
Media Pustakawan Vol 26, No 3 (2019): September
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.065 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i3.554

Abstract

Hubungan pemustaka dengan perpustakaan dan pustakawan mengalami transformasi menjadi suatu ruang publik yang bersifat kompleks. Kompleksitas ruang publik ini tidak hanya untuk menampung interaksi antara pemustaka dan pustakawan dalam hubungannya dengan akses informasi dan pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antar-generasi, antar-kepentingan, antar-komunitas, antar-profesi yang bersatu dan berinteraksi dengan pustakawan, teknologi, jejaring dan direkatkan oleh bahan perpustakaan dan dokumen koleksi perpustakaan. Pustakawan di era disrupsi harus mampu mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan dengan melakukan berbagai terobosan. Perpustakaan harus berkreasi dan merespon perubahan yang muncul setelah disrupsi, antara lain dengan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Pustakawan harus mampu menunjukkan bahwa dirinya merupakan pilar pendidikan menuju masyarakat berperadaban tinggi melalui diseminasi informasi sehingga masyarakat mampu membedakan informasi mana yang hoax dan yang valid. Masalah penting kepustakawanan Indonesia adalah terjadinya ketidak-merataan jumlah dan kondisi perpustakaan. Saat ini Indonesia hanya mampu menyediakan 20% dari total kebutuhan masyarakat untuk mengakses perpustakaan. Saat ini 4 hal yang harus diperbaiki perpustakaan dalam menciptakan layanan prima di era disrupsi yaitu: Peningkatan akses informasi, perbaikan layanan perpustakaan, memetik manfaat pembelajaran dari pengalaman, perbaikan sumber daya manusia di perpustakaan.
IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA MENJAWAB TANTANGAN GLOBALISASI DAN OTONOMI DAERAH DALAM PENGEMBANGAN KEPUSTAKAWANAN Dedi Junaedi
Jurnal IPI (Ikatan Pustakawan Indonesia) Vol. 2 No. 2 (2015): September
Publisher : Ikatan Pustakawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.737 KB) | DOI: 10.1234/jurnal ipi.v2i2.21

Abstract

Librarian as the guardian of knowledge is a dynamic profession in management infomation and science analysis. Librarians face a dynamically changing environment, including globalization and economic liberalization as well as information and communication technology. Human resources between countries becomes a necessity, it means Indonesia will be filled by foreign workers, as well as librarians. Indonesian librarians are in a dilemma, between global competition and professional dedication as a bureaucrat Therefore, the Indonesian librarians should be the host. The key is professionalism, integrity, and competence. IPI as libmrianship organization should became the initiator and catalyst in responding to environmental changes, such as the development of science and technology, decentralization, reform, and the economic of ASEAN integration (MEA 2015). Furthermore, IPI must be a leading sector of professional libmrianship organization, independent, and based on the entrepreneurial leadership. The national strategy that must be done is strengthening partnerships, consolidation, and cooperation of professional organizations; strengthening quality of human resources in the library; increasing equality and welfare of librarians; strengthening development facilities of librarian standards in Indonesia; strengthening professional leadership.