Nyayu Siti Aminah Lily Elfrieda
Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Pakuan Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN RASIONALITAS RESEP ANTIBIOTIKA CEPHALOSPORIN UNTUK PROFILAKSIS BEDAH DI RUMAH SAKIT DR. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR PERIODE DESEMBER 2011 – NOVEMBER 2012 Nyayu Siti Aminah Lily Elfrieda
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 9, No 2 (2019): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.558 KB) | DOI: 10.33751/jf.v9i2.1610

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang baik akan memberikan dampak positif pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan, penurunan biaya kesehatan, dan peningkatan perilaku rasional dari seluruh tenaga kesehatan, pasien, keluarga pasien, dan masyarakat. Pelayanan kefarmasian ini mencakup pelayanan kepada seluruh pasien yang dirawat di rumah sakit maupun pasien yang akan pulang karena pasien-pasien ini memiliki peluang besar terhadap infeksi nosokomial atau hospital acquired infection (HAI). Salah satu penyebab infeksi nosocomial adalah penggunaan antibiotika yang tidak rasional. Kejadian infeksi ini meningkatkan angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas), lamanya perawatan, dan meningkatkan biaya pengobatan bagi pasien. Hal tersebut dapat diturunkan atau dihilangkan dengan cara mencegah infeksi yang terjadi di rumah sakit. Salah satu cara untuk menurunkan kejadian infeksi khususnya di tempat pembedahan adalah dengan pemberian antibiotika profilaksis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai rasionalitas penggunaan antibiotika cephalosporin untuk profilaksis bedah. Penggunaan antibiotika cephalosporin biasanya dipilih untuk profilaksis infeksi dalam tindakan bedah. Namun, pada kenyataannya beberapa bakteri resisten terhadap aktivitas antibiotika ini karena praktek penggunaannya yang tidak rasional. Penggunaan antibiotika cephalosporin secara rasional diharapkan dapat memberikan dampak positif pada pasien. Penelitian ini adalah deskriptif observasional analitis yang dilakukan secara retrospektif. Data penggunaan antibiotika sefalosporin diambil pada pasien yang sudah pulang pada periode Desember 2011 hingga November 2012. Populasi penelitian ini adalah pasien yang menjalani tindakan bedah di RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor yang menerima resep antibiotika cephalosporin. Studi ini menemukan bahwa rasionalitas antibiotik dalam catatan medis pasien yang menjalani tindakan bedah di RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor menunjukkan bahwa sebagian besar antibiotika cephalosporin digunakan termasuk dalam kategori I yaitu antibiotika digunakan secara rasional oleh dokter. Hanya sebagian kecil yang memenuhi penggunaan antibiotika cephalosporin yang termasuk dalam kategori VI  dikarenakan data tidak lengkap.