This Author published in this journals
All Journal Media Pustakawan
Rina Setyawatira
Pengamat Perpustakaan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kondisi Minat Baca Di Indonesia Rina Setyawatira
Media Pustakawan Vol 16, No 1&2 (2009): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.492 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v16i1&2.904

Abstract

Membaca adalah hal yang sangat fundamental dalam proses belajar dan pertumbuhan intelektual. Kualitas hidup seseorang dapat dilihat dari bagaimana seseorang dapat memaksimalkan potensinya. Salah satu upaya untuk dapat memaksimalkan potensi diri adalah antara lain dengan membaca. Topik ini tetap menarik dan aktual sampai saat ini, mengapa? Karena walaupun sudah banyak ditulis dan dibicarakan, namun belum tampak peningkatan minat baca secara signifikan. Indikator rendahnya minat baca dapat dihitung dari jumlah buku yang diterbitkan yang masih jauh di bawah penerbitan buku di negara Malaysia, Singapura, apalagi India, atau negerai maju lainnya. Kondisi rendahnya budaya membaca pada anak Indonesia sungguh sangat memprihatinkan. Rendahnya minat baca merupakan problem bagi bangsa kita yang harus diselesaikan, karena kurangnya minat baca ini dipengaruhi oleh kurangnya ketersediaan bahan bacaan. Indonesia sejak tahun 1960-an telah berkembang Taman Bacaan Masyarakat, tetapi sangat menyedihkan ketika kita mendengar bahwa dari 7000 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang telah dibina ternyata 5.500 diantaranya collaps.Dengan adanya keadaan seperti ini perlu diantisipasi dari diri kita untuk menumbuhkan kesadaran untuk membaca. Bangsa Indonesia bisa mengejar ketetinggalannya dengan negara-negara yang sudah maju dan yang sudah mulai melakukan perubahan khususnya dalam menghadapi perdagangan bebas kawasan ASEAN tahun 2003 yaitu Asean Free Trade Area (AFTA) atau perdagangan bebas dalam kawasan Asia Pasifik yaitu Asia Pacific Ekonomic Cooperation (APEC) yang akan dimulai pada tahun 2020 mendatang. Jika, bukan dari diri kita sendiri siapa lagi yang akan menimbulkan budaya minat baca. Untuk itulah, mulailah dari diri sendiri untuk menggerakkan hati kita dengan moto ”Buku sebagai Bagian dari Keluarga”.