This Author published in this journals
All Journal DHARMA EKONOMI
Agus Hariyanto
STIE Dharmaputra Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Pada Rumah Makan Padang Murah Beringin) Ahmad Sukron; Fasochah .; Agus Hariyanto
DHARMA EKONOMI Vol 28, No 54 (2021)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the effect of product quality, price and location on purchasing decisions at Padang Beringin Restaurant. Methods of data collection using a questionnaire. The sampling technique used was accidental sampling technique. A sample of 100 respondents were consumers who bought food at the Beringin Cheap Padang Restaurant. The results of testing hypothesis 1 (H1) show that Restaurant. The results of testing hypothesis 2 (H2) product quality has a significant positive effect on purchasing decisions at the Cheap Padang Beringin show that the price has a positive and significant effect on purchasing decisions at the Cheap Padang Beringin Restaurant. The results of testing hypothesis 3 (H3) show that the location has a positive and significant effect on purchasing decisions at the Cheap Padang Beringin Restaurant. The results of the coefficient of determination test show that the three independent variables (product quality, price and location) have an influence of 45.70% on purchasing decisions. Keywords: Product Quality, Price, Location and Purchase Decision. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas produk, harga dan lokasi terhadap keputusan pembelian di Rumah Makan Padang Murah Beringin. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Sampel sebanyak 100 responden merupakan para konsumen yang membeli makanan pada Rumah Makan Padang Murah Beringin. Hasil pengujian hipotesis 1 (H1) menunjukan kualitas produk berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian pada Rumah Makan Padang Murah Beringin. Hasil pengujian hipotesis 2 (H2) menunjukan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Rumah Makan Padang Murah Beringin. Hasil pengujian hipotesis 3 (H3) menunjukan lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada Rumah Makan Padang Murah Beringin. Hasil pengujian koefisien determinasi menunjukkan ketiga variabel independen (kualitas produk, harga dan lokasi) mempunyai pengaruh sebesar 45,70% terhadap keputusan pembelian. Kata kunci : Kualitas Produk, Harga, Lokasi dan Keputusan Pembelian.
PENGGUNAAN BASIS AKRUAL DALAM AKUNTANSI PEMERINTAHAN Di INDONESIA Agus Hariyanto
DHARMA EKONOMI Vol 19, No 36 (2012)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.373 KB)

Abstract

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang berlaku dewasa ini menggunakan basis kas menuju akrual (cash towards accrual). Padahal pada akhir tahun 2010,  pemerintah telah menerbitkan PP No 71 tahun 2010 mengenai penerapan  basis akrual penuh didalam akuntansi pemerintahan. Walaupun PP ini menginstruksikan penerapan akuntansi pemerintahan berbasis akrual murni, namun masih diperkenankan penerapan basis kas  menuju akrual sampai dengan tahun 2015, selanjutnya diharpakan seluruh pemerintah pusat maupun daerah menggunakan basis akrual penuh.Perbedaan yang sangat menyolok dari akuntansi pemerintahan berbasis kas menuju akrual dengan basis akrual penuh adalah disajikannya laporan operasional (LO). LO menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah  pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam satu periode  pelaporan. Sehingga terjadi cut-off untuk menentukan pendapatan maupun beban yang terjadi pada satu perode akuntansi. Walaupun masih terjadi tarik ulur penerapan kosep akrual dalam akuntansi pemerintahan, yang nota bene pemerintah bukanlah lembaga komersial (non profit motive), tetapi laporan dengan konsep akrual dirasa sangat bermanfaat untuk menilai kinerja pemerintah dalam mengurus keuangan Negara yang pengelolaan dan pengurusannya ditangi sendiri oleh pemerintah.Kata Kunci : Basis akuntansi Pemerintahan, SAP.
PENERAPAN AKUNTANSI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM LAPORAN KEUANGAN Agus Hariyanto
DHARMA EKONOMI Vol 20, No 37 (2013)
Publisher : LPPM STIE DHARMAPUTRA SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.494 KB)

Abstract

Akuntansi kovensional memperlakukan biaya sumber daya manusia yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai biaya atau beban pada periode dikelurakannya.Mestinyasumber daya manusia menjadi bagian dari aktiva, sebab sumber daya manusia diperoleh dengan pengorbanan yang cukup besar, mempunyai masa manfaat jangka panjang dan dapat memberi kontribusi (sumbangan secara langsung) terhadap nilai maupun kinerja perusahaan.Terdapat dua cara yang dapat digunakan untuk mengukur nilai  sumber daya manusia, yaitu berdasarkan biaya (cost based) yang dapat dilakukan dengan cara menghitung biaya historis yang telah dikeluarkan atau menghitung biaya pengganti dari sumber daya manusia, di satu sisi pengukuran nilai sumber daya manusia juga dimungkinkan  berdasarkan nilai (value based).Kedua metode tersebut  mempunyai kelemahan masing-masing, sehingga pengukuran nilai sumber daya manusia belum bisa diterapkan di system akuntansi kita.Mengingat pentingnya sumber daya manusia dalam mencapai tujuan perusahaan, yang berarti bahwa sumber daya manusia merupakan asset utama perusahaan.Pencatatan sumber daya manusia sebagai asset yang harus dicantumkan dalam neraca,makaperlumelakukanlangkah- langkahriil agar akuntansi sumber daya manusia benar-benar dapat diterapkan.Seperti misalnya, karyawan harus benar-benar berperan sebagai subjek perusahaan, sehingga karyawan benar-benar dapat memposisikan diri sebagai asset perusahaan yang sangat dibutuhkan (mempunyai nilai tawar dalam perusahaan); di satu sisi perusahaan harus benar-benar memanusiakan karyawan, karyawan jangan dianggap sebagai obyek sapi perah perusahaan.Di pihak ikatan akuntan Indonesa, perlu adanya pertemuan yang membahas tentang akuntansi sumber daya manusia, sebab mestinya keahlian, kecakapan dan keilmuan yang dimiliki oleh manusia sebagai sumber daya di perusahaan harus benar-benar dicatat sebagai asset, paling tidak intangible asset. Kata Kunci :Akuntansi Sumber daya Manusia, Biaya Historis (historical Cost) dan Nilai Pengganti  (Replacement Value)