Herniwati Herniwati
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK NITROGEN (N) TANAMAN PADI SAWAH PADA TANAH INCEPTISOLS Herniwati Herniwati; M. Basir Nappu
Jurnal Agrisistem Vol 14 No 1 (2018): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pengelolaan hara yang efektif dan efisien merupakan usaha untuk meningkatkan tambahan hasil yang diperoleh oleh petani dan berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Penggunaan pupuk N yang merupakan hara esensial bagi tanaman padi perlu untuk diketahui dosis yang optimum sesuai dengan kebutuhan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis N yang optimum untuk mendapatkan produksi yang maksimal untuk tanaman padi dilahan sawah irigasi. Percobaan di lapangan dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok yang diulang 3 kali dengan dosis yang terdiri atas 6 taraf : (N0) tanpa pupuk; (N1) 33,75 kg N/ha (75 kg Urea/ha); (N2) 67,50 kg N/ha (150 kg Urea/ha); (N3) 101, 25 kg N/ha (225 kg Urea/ha); (N4) 135 kg N/ha (300 kg Urea/ha); (N5) 168,75 kg N/ha (375 kg Urea/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman, panjang malai, jumlah gabah isi serta produksi padi sawah pada lahan irigasi di Maros Sulawesi Selatan dipengaruhi oleh pemupukan N. Penelitian yang dilakukan di musim hujan maupun musim kemarau, pemupukan N meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah dengan mengikuti pola kuadratik, dengan dosis pupuk N optimum yang berbeda untuk setiap musim. Kebutuhan dosis pupuk N optimum untuk mendapatkan produksi maksimum pada musim hujan (6,78 ton/ha) adalah 129 kg N/ha yang setaradengan 282 kg Urea/ha, sedangkan pada musim kemarau dibutuhkan 131,57 kg N/ha yang setara dengan 286 kg Urea/ha untuk mendapatkan produksi maksimum padi (7,15 ton/ha). Dosis tersebut lebih efisien dibandingkan dengan dosis yang diaplikasi oleh petani yaitu>300 kg Urea/ha.