Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan karakter pertumbuhan dan hasil serta komposisi kimia kopi Arabika pada wilayah sentra di Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung di lapang, melibatkan 4 kelompok tani (poktan) yakni di kabupaten Enrekang, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Setiap poktan terdiri dari 5 petani kooperator dengan luas lahan pertanaman masing-masing 5-10 hektar. Karakter yang diamati meliputi karakter agronomis, komponen hasil dan analisis proksimat kandungan kimiawi biji kopi beserta kafein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanaman kopi di lapang didominasi tanaman yang berumur tua (≥ 10 tahun), diameter batang berkisar 3,53-5,31 cm, lebar kanopi 204,40-356 cm. Pada poktan Mentiro Tiku (Toraja Utara) tinggi tanaman kopi Arabika mencapai 5 m. Bentuk daun, panjang dan lebar daun, bentuk buah, umur mulai berbunga dan berbuah relatif sama. Warna daun muda bervariasi, yakni ungu, pada poktan Pongtorra (Toraja Utara), sedangkan pada poktan Sabar Tani (Tana Toraja) dan poktan Mentiro Tiku (Toraja Utara) warna daun coklat tua dan pada poktan Mesa Kada (Enrekang) berwarna hijau muda. Tanaman kopi asal Enrekang menghasilkan jumlah dompolan terbanyak dan produksi buah lebih tinggi dibandingkan asal Toraja Utara dan Tana Toraja. Buah maupun biji kopi Arabika asal Enrekang cenderung lebih kecil dan lebih ringan dari 3 pembanding lainnya. Buah kopiasal Tana Toraja memiliki jumlah buah per dompolan terbanyak. Buah dan biji kopi cangkang kering pada kopi Arabika asal Tana Toraja relatif besar/berat, namun kulit tanduk dan kulit arinya lebih tebal. Uji proksimat menunjukkan bahwa kopi Arabika asal Tana Toraja mengandung kadar air tertinggi (10,7%) protein tertinggi (9,14) dan kafein tertinggi (1,32). Kadar abu tertinggi diperoleh pada kopi Arabika asal Toraja Utara (3,9%). Kadar lemak tertinggi diperoleh pada kopi Arabika Toraja Utara (6,5%) dan kafein tertinggi terendah terdeteksi pada kopi asal Enrekang (0,95).