Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Lokasi Eksisting Halte Bus Rapid Transit Trans Jogja Setya Adi Bawana; Rini Rachmawati
Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG) Vol 7, No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/j.mtl.v7i1.351

Abstract

Trans Jogja is one of the government programs to create connectivity in Yogyakarta and the existence of the bus shelter greatly influences the range of passengers which can be optimized if it is located near the housing or public area. This study aims to (a) Identify the existing locations of Trans Jogja Bus Rapid Transit (BRT) shelters in the city, (b) Identify the range of Trans Jogja Bus Rapid Transit (BRT) passengers to the existence of bus stops, and (c) Identify the realization of the Trans Jogja Bus Rapid Transit (BRT) shelters’ development in Yogyakarta. The bus shelters’ level of density is different for each distribution area. The highest level is in the residential areas and places of activity with a percentage of 46%, followed by education areas (25.5%), government (13.4%), health (7.9%), trade (3.3%), tourism (2.9%), and the developed area (0.8%). 75% of Trans Jogja BRT users come from within the range of 0-300 meters buffer of the bus stops. The bus shelters at the center of the activity will be much easier to reach and have high accessibility, in that case the distance between bus stops is closer and the density is higher. The connection between bus stops and bus stops’ planning has a degree of interconnection of 100%. It indicates that all the bus stops planned to be developed in 2017 have been built in 2019.
Strategi Smart Branding untuk Meningkatkan Potensi Kunjungan Pariwisata di Pesisir Barat Daya Pangandaran Yunita Salsabila; Dias Oktri Raka Setiadi; Ivan Royfani; Noverienda Elsya Kirana; Cahyarani Adiningtyas; Wahyu Hidayat; Gilang Cahya Nusantara; Sephia Virginovaristha; Rini Rachmawati
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 22, No 2 (2026): JPWK Volume 22 No. 2 June 2026
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v22i2.79051

Abstract

Wisata bahari merupakan salah satu jenis wisata alam yang hampir dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia. Salah satunya Kabupaten Pangandaran yang memiliki garis pantai sepanjang ±91 km, namun saat ini pengembangan wisata bahari masih terfokus di Pantai Pangandaran. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi smart branding pada wilayah pesisir barat daya Pangandaran. Penelitian ini menggunakan metode campuran, melalui kegiatan observasi lapangan, wawancara mendalam, focus group discussions, dan studi literatur. Analisis dalam kualifikasi objek daya tarik wisata (ODTW) menggunakan pendekatan skoring terhadap pilar pariwisata terdiri dari atraksi, aksesibilitas, amenitas, ancillary services, aktivitas, dan akomodasi (6A) yang selanjutnya dilakukan analisis SWOT untuk merumuskan strategi smart branding. Hasil menunjukkan bahwa Pantai Batukaras memiliki kekuatan sebagai arena surfing spot kelas dunia dan Pantai Madasari unggul sebagai destinasi nature-adventure sehingga keduanya menjadi ODTW unggulan dengan skor 6A tertinggi dan terkualifikasi. Branding eksisting masih bersifat terbatas, sehingga diperlukan pendekatan smart branding berbasis teknologi digital, narasi lokal, dan partisipasi komunitas. Aspek penting dalam penyusunan strategi smart branding tersebut meliputi penentuan aktivitas unggulan, penentuan segmentasi wisatawan, dan penyusunan branding pemasaran sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing kawasan dan memperpanjang lama tinggal wisatawan dalam rangka mewujudkan Pangandaran sebagai World Class Destination.