Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Editorial Paper: Lingkup Penelitian Dalam Arsitektur Digital L.M.F. Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 2: Maret 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.551 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i2.4504

Abstract

Arsitektur Digital saat ini memasuki sebuah era yang mampu menaungi semua sub bidang pengamatan dalam dunia arsitektur [1]. Memahami penelitian arsitektur digital hanya sebagai alat bantu saja, adalah suatu kenaifan dan memerlukan literasi yang lebih mendalam [2]. Semua sub bidang ilmu arsitektur saat ini telah berkaitan erat dengan pendekatan digital, yang mengarah pada metode sampai pada pengembangan fokus kajiannya. Ketepatan dalam perhitungan menggunakan software sangat membantu dalam perhitungan kinerja bangunan yang berdampak pada penurunan konsumsi energi. Bangunan semakin ramah lingkungan dan dapat direncanakan dari awal terkait upaya tanggap dan sadar terhadap penerapan konsep green building yang saat ini menjadi kesadaran komunal dalam rancang bangun arsitektur. Studi tentang green building ini dikembangkan oleh Budijanto Candra dikaitkan dengan proses studi di pendidikan arsitektur saat ini. Penggunaan software digital tidak hanya memindahkan gambar manual ke dalam gambar digital, namun saat ini sudah memasuki babak kemampuan untuk men-generate bentuk dari awal ide desain sampai pada hasil akhir gambar kerjanya [3]. Selanjutnya fabrikasi baik interior bangunan, maupun fabrikasi bangunan secara menyeluruh sudah dapat dilakukan dengan kemampuan fabrikasi digital yang terus berkembang dengan kehadiran 3D printer dan jaringan internet yang semakin mendukung pekerjaan jarak jauh [4]. Pengembangan teknologi ini telah berkembang pada beberapa tahun belakangan ini, namun dapat selaras dengan kebutuhan saat ini akibat pandemi Covid-19, yang mengharuskan manusia Work from Home. Desain gambar secara digital dirancang arsitek, ditransfer dengan memanfaatkan teknologi yang ditunjang oleh kinerja yang terkait dengan internet (internet of things), sehingga arsitek dapat mentransfer karyanya tanpa meninggalkan rumah. Selanjutnya gambar kerja dapat dikembangkan dan dikomunikasikan dengan media digital untuk selanjutnya diputuskan untuk membangun dengan jarak jauh melalui perangkat pembangunan 3D Printer. Seakan kemajuan dalam era digital disiapkan untuk kondisi tak terduga pula, sehingga manusia tetap dapat berkarya dalam masa pandemi ini. Pengamatan tentang teknologi bangunan yang dikembangkan untuk perubahan lingkungan pada masa post pandemi Covid-19 dikembangkan oleh Basuki pada artikel edisi ini. Teknologi digital dalam fabrikasi di bidang interior dibahas oleh Tri Susetyo Andadari  menjadi semakin menarik, karena teknologi digital menjadi pendukung dalam desain interior saat ini. Teknologi digital telah menjadi teknik umum di arsitektur interior sejak tahun 1990-an [5] Peningkatan penelitian tentang artificial intelligence, baru-baru ini dan penggunaan artificial intelligence pada bidang arsitektur interior juga menjadi faktor efektif di balik tren yang muncul. Pengamatan penggunaan Software Thermal dilakukan oleh Paulus, D. R.  dan Mamesa, C. secara menarik terkait dengan kajian Kenyamanan termal dan transfer panas. Penggunaan software ini mampu untuk menggambarkan simulasi perhitungan yang terkait dengan pemodelan dalam kasus bangunan yang divermati. Evolusi teknologi yang berkembang saat ini telah memicu perubahan besar, tidak hanya dalam penerapan desain arsitektur beserta infrastrukturnya, namun juga berdampak pada peran dan tanggung jawab arsitek dalam menggunakan software. Kajian-kajian yang disampaikan penulis di edisi ini sangat menarik dan selamat membaca.
Editorial Paper: Arsitektur Digital Sebuah Kepastian L.M.F. Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 1: September 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.421 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i1.3698

Abstract

Dalam edisi perdana JoDA, Journal of Digital Architecture ini membahas tentang berbagai kajian tentang arsitektur digital. Dari masa ke masa, perkembangan arsitektur mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Di awali dengan adanya komputer yang menggantikan alat gambar arsitek dengan kehadiran CAD. Kehadiran computer ini memudahkan dalam menggambar dan mulai memasuki era digital yang dapat menekan penggunaan kertas dalam penyajian gambar setelah komputer mulai terhubung dengan internet [1]. Setelah itu, beberapa software pendukung mulai berkembang dan membantu arsitek untuk mempermudah dalam pekerjaannya. Oleh sebab itu, arsitektur digital haruslah mempengaruhi pemikiran desain, metode desain, dan teori spasial [2]. Arsitektur digital dikembangkan untuk dapat digunakan dalam membantu proses berpikir desain dengan bantuan internet dan berbasis web yang nantinya akan membentuk sebuah teori baru.  Jika metode desain, pola pikir, dan teori spasial semuanya diubah oleh arsitektur digital, maka di kemudian hari akan lebih dari sekadar teori.Penggunaan teknologi menjadi berkembang pesat sejak segala sesuatu mulai terhubung dan tak terpisahkan dari internet. Perangkat lunak dan perangkat keras mulai saling melengkapi dan mempermudah dalam desain arsitektur [3]. Software tidak lagi hanya berkutat pada aspek fisika bangunan, tapi berkembang dalam segala aspek kajian arsitektur. Bahkan perangkat keras yang ditunjang dengan perangkat lunak yang mudah dioperasionalkan, tidak semata berupa komputer tetapi merambah ke gadget yang lebih mudah digunakan. Virtual reality dan Augmented Reality sebagai wacana kekinian yang sangat mudah digunakan dan dapat membantu interaksi desain dengan klien secara real time. Memasuki dunia arsitektur digital menjadikan ilmu arsitektur terasa hidup dan mengasyikkan untuk dipelajari. Dunia seakan menjadi tempat selancar dan tanpa batas untuk dikembangkan dengan tatanan arsitektur yang lebih manusiawi dan ramah lingkungan. Dengan demikian arsitektur digital dapat didefinisikan sebagai sebuah revolusi [4]. Saat ini manusia dapat menunggu untuk melihat perubahan sosial budaya yang drastis, yang akan muncul di era digital. Tidak mudah untuk memprediksi masa depan arsitektur digital, meskipun saat ini sudah berkembang dengan kecepatan penuh. Terdapat gap antara pendidikan arsitektur, budaya masyarakat, dan arsitektur digital [5].Pendidikan arsitektur harus berupaya mengikuti perubahan teknologi digital yang begitu cepat. Pendidikan arsitektur tradisional yang masih bertumpu pada teori filosofis, sosial, historis dan psikologis harus cepat tanggap dengan evolusi digital yang berjalan secara cepat ini. Masih banyak orang yang khawatir dengan penggunaan komputer yang berlebihan. Namun, mereka lupa bahwa teknologi baru selalu melahirkan budaya baru, seperti banyak catatan sejarah terkait perubahan dan dampak teknologi dalam budaya manusia.Pada awal tahun 1973, Bruno Zevi mendefinisikan transisi era digital saat ini, yang bukan semata dalam masa pertumbuhan [6]. Dalam beberapa dekade terakhir, arsitektur sebenarnya telah berkembang pesat seiring dengan inovasi teknologi, sehingga telah mampu mengatasi paradigma konstruksi konvensional, sehingga menghasilkan hubungan baru antara arsitektur dan manusia. Kehadiran robot dan printer 3D, mengubah cara arsitek mendesain sampai pada merealisasikannya dalam pembangunan bangunannya. Arsitektur memperoleh perluasan sosiologis dari perangkat teknologi dengan bentuk ekspresi baru berkat immaterialitas dari dunia maya. Kini dengan kehadiran Arsitektur Digital, Arsitektur menjadi alat komunikatif global, sebuah ikon yang mentransmisikan pesan yang dapat membentuk cara memandang dan berpikir dalam agregasi elemen dalam aliran yang berkelanjutan dan tanpa urutan tertentu. Selamat memasuki era Arsitektur Digital.
Teknologi Digital pada Pendidikan Arsitektur di Era Industri 4.0 Widriyakara Setiadi; L.M.F. Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 1: September 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.026 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i1.3681

Abstract

Fenomena kurikulum pendidikan Indonesia terus berubah dan selalu diperbaharui dalam setiap periode. Begitu pula dengan perubahan-perubahan kurikulum pendidikan tinggi arsitektur. Kompleksitas dan jumlah projek pembangunan yang meningkat dari tahun ke tahun memunculkan isu arsitek harus menggunakan aplikasi BIM. Kewajiban persyaratan BIM ini masih diberlakukan untuk biro-biro konsultan maupun kontraktor yang ingin mengerjakan projek pemerintah. Revolusi Industri 4.0 telah menciptakan tren-tren baru di bidang teknologi digital.Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui seberapa banyak pengenalan dan penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran di pendidikan arsitektur dan aplikasi-aplikasi apa yang sudah dimanfaatkan dan diajarkan dalam pendidikan arsitektur saat ini.Metode penelitian menggunakan metode diskriptif analisis, data diambil dari hasil survei yang disebarkan lewat online. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisa sesuai dengan masing-masing katagori.Simpulan teknologi digital adalah sebuah kebutuhan untuk arsitek di masa datang. Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi digital harus diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan arsitektur.
Editorial Paper: Lingkup Penelitian Dalam Arsitektur Digital L.M.F. Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 2, No 1: September 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v2i1.5539

Abstract

Editorial Paper: Lingkup Penelitian Dalam Arsitektur Digital
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents] L.M.F. Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 2, No 1: September 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v2i1.5538

Abstract

Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents]