Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EXCERCISE DYSMENORRHEA DALAM MENURUNKAN INTENSITAS NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYOREJO KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2021 Yufdel Yufdel; Nani Zulfikar; Surita Ginting
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): volume 3 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i1.3778

Abstract

Angka kejadian nyeri haid (dysmenorrhea) di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan di setiap negara mengalami dysmenorrhea. Di Amerika angka persentasenya sekitar 60% dan di Swedia sekitar 72%. Sementara di Indonesia angkanya diperkirakan 55% perempuan produktif yang tersiksa oleh dismenore (Nafiroh,D.2013). Tujuan dari pengabdian masyarakat, Remaja Putri mengalami peningkatan pengetahuan tentang Exercise Dysmenorhea dalam menurunkan Intensitas Nyeri Haid. Remaja Putri telah mampu mengaplikasikan Exercise Dysmenorhea dalam menurunkan Intensitas Nyeri Haid sehingga dapat meningkatkan pengetahuan tentang bagaimana cara menurunkan Intensitas Nyeri di saat haid. Pemahaman remaja putri semakin meningkat dalam melakukan Exercise Dysmenorhea hingga mampu mengaplikasikannya untuk menurunkan intensitas nyeri haid. Hasil pengabdian masyarakat ini remaja putri mampu memahami dan melaksanakan Exercise Dysmenorhea hingga mampu mengaplikasikannya untuk diri sendiri dalam menurunkan nyeri haid. Dari 20 remaja putri sebagai peserta pelatihan maka didapat hasil Pretest yang pengetahuan baik 3 orang (15%) pengetahuan cukup sebanyak 4 (20%), dan pengetahuan kurang sebanyak 13 orang dengan pesentase 65%. Sedangkan Posttest Exercise Dysmenorhea terdapat yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 16 orang (80%), sedangkan pengetahuan cukup 4 orang (20%). Peningkatan pengetahuan remaja putri ini karena adanya demontrasi yang dilakukan melalui media video, dan SOP Exercise Dysmenorhea sehingga memudahkan remaja memahami dan menguasai pelaksanaan Exercise Dysmenorhea.
LATIHAN SENAM AEROBIK DALAM MENURUNKAN BERAT BADAN PADA IBU DENGAN EFEK SAMPING PENGGUNA ALAT KONTRASEPSI SUNTIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MULYOREJO KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG Nani Zulfikar; Yufdel Yufdel; Surita Ginting
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i1.12375

Abstract

Kontrasepsi adalah usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan yang dapat bersifat sementara atau permanen. Salah satu alat kontrasepsi yang berdaya kerja panjang, aman, dapat diandalkan, sederhana, murah dan dapat diterima orang banyak adalah alat kontrasepsi efektif jangka pendek jenis hormonal yaitu suntikan (injectables). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu, yaitu bagaimana cara menurunkan berat badan dengan melakukan latihan senam aerobik. Metode yang dilakukan dengan pendidikan kesehatan dan melakukan latihan senam aerobik. Dari hasil pre test sebelum dilakukan latihan senam diperoleh hasil pengetahuan baik sebanyak 13 orang (43,33%), pengetahuan tidak baik 17 orang (56,67%) dan hasil post test setelah dilakukan latihan senam pengetahuan baik sebanyak 23 orang (76,67%), pengetahuan tidak baik 7 orang (23,33%). Setelah dilakukan latihan senam aerobik ada terjadi perubahan berat badan pada ibu 9 orang (30%), hal ini disebabkan karna masih banyak ibu yang belum memanfaatkan latihan senam aerobik ini. Diharapkan kepada ibu-ibu untuk tetap antusias dan terus melakukan latihan senam aerobik secara mandiri sesuai SOP dan dapat mengaplikasikan latihan senam aerobik ini untuk diri sendiri sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan ibu dari efek penggunaan alat kontrasepsi suntik. Kepada kader dan petugas kesehatan di Puskesmas Mulyorejo diharapkan untuk tetap melanjutkan latihan senam aerobik ini pada ibu-ibu setiap 3 kali seminggu.