Puji Indriyani
1,2*, Happy Hayati3, Siti Chodidjah3 1. Akademi Keperawatan Yakpermas, Banyumas 53181, Indonesia 2. Program Studi Magister, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia 3. Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia,

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH 3 JAM PERTAMA PEMBERIAN ORALIT 200 TERHADAP LAMA PERAWATAN BAYI DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI RINGAN-SEDANG Puji Indriyani; Yuniar Deddy Kurniawan
Viva Medika Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.904 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i2.374

Abstract

Penanganan anak dengan diare telah ditetapkan oleh WHO yaitu dengan pemberian cairan rehidrasi oral atau yang disebut dengan oralit. Oralit yang telah direkomendasikan adalah oralit 200 dengan kandungan osmolaritas rendah yaitu 245 mOsm/L. Kapan dan berapa pemberian oralit yang harus diberikan belum banyak diketahui oleh masyarakat, sehingga anak yang dibawa ke rumah sakit sudah mengalami komplikasi dehidrasi baik dehidrasi ringan, sedang maupun berat. Pengaruh komplikasi yang terjadi dan penatalaksanaan yang kurang tepat tentunya akan berdampak pada lamanya perawatan anak di rumah sakit. Oleh karena itu penelitian ini ingin mengetahui pengaruh 3 jam pertama pemberian oralit 200 terhadap lamanya perawatan pada bayi dengan diare akut dehidrasi ringan- sedang. Penelitian ini dilakukan dengan pemberian oralit 200 selama 3 jam pertama pada bayi dengan diare akut dehidrasi ringan-sedang dan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang sesuai standar dari rumah sakit yaitu dengan pemberian terapi infus melalui intrvena. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh 3 jam pertama pemberian oralit 200 terhadap lama perawatan anak usia 6-12 bulan dengan diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang di RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen post test only control group yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok pemberian 3 jamp pertama larutan oralit 200 (15 responden), dan kelompok kontrol dengan pemberian cairan infus langsung (15 responden). Hasil analisis uji statistik menunjukkan bahwa pengaruh 3 jam pemberian oralit 200 pada bayi dengan kelompok kontrol terhadap lama perawatan menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap lama perawatan dengan p value = 0,051 dengan α < 0,05, namun berdasarkan penghitungan rerata lama perawatan pada bayi dengan diare akut dehidrasi ringan-sedang yang diberikan oralit 200 pada 3 jam pertama perawatan adalah 2,67 hari dan pada kelompok kontrol rerata lama perawatan adalah 3,67 hari. Selisih satu hari perawatan dapat mengurangi jumlah biaya yang dikeluarkan orang tua.. Kata Kunci: Bayi, Diare akut dehidrasi ringan-sedang, oralit 200, lama perawatan
PENGARUH ORALIT 200 TERHADAP LAMA PERAWATAN BAYI DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI RINGAN-SEDANG Puji Indriyani; Yuniar Deddy Kurniawan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.121 KB)

Abstract

Diare pada anak di bawah usia lima tahun masih menjadi penyebab kedua kematian di dunia dengan angka kasus diare pada bayi setiap tahunnya mencapai 1,7 milyar. Kejadian kematian disebabkan karena komplikasi dehidrasi yang ditimbulkan serta penanganan yang kurang tepat. Sejak dua dekade WHO telah merekomendasikan penangan diare dengan pemberian cairan rehidrasi oral dengan oralit yang memiliki osmolaritas rendah yang dikenal denganoralit 200. Oralit ini direkomendasikan karena memiliki manfaat klinik diantaranya mempercepar rehidrasi, menurunkan volume feces dan menurunkan muntah, namun orang tua yang membawa anaknya   ke rumah sakit sudah terjadi komplikasi dehidrasi baik ringan- sedang maupun berat sehingga akan berdampak pada lamanya perawatan anak di rumah sakit. Oleh karena itu penelitian ini ingin mengetahui pengaruh oralit 200 terhadap lamanyaperawatan bayi dengan diare akut dehidrasi ringan- sedang. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan antara pemberian oralit 200 dengan kelompok kontrol sesuai standar yang dilakukan di rumah sakit yaitu dengan pemberian terapi infus melalui intrvena. Hasil riset inidiharapkan dapat menjadi protap rumah sakit untuk meningkatkan mutu rumah sakit dengan meminimalkan lamanya perawatan anak di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian oralit 200 terhadap lama perawatan bayi diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang di RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen post test only control group yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok pemberian larutan oralit 200  (15 responden), dan kelompok kontrol dengan pemberian cairan infus langsung (15 responden). Hasil analisis diskriptif padaresponden menunjukkan bahwa usia anak lebih banyak pada  7-12 bulan (53,3%) dengan jenis kelamindidominasi laki-laki (63,3%) dan pemberian asi, lebih banyak pada anak yang tidak diberikan asi yaitu 53,3%. Uuji statistik pengaruh pemberian oralit 200 dengan kelompok kontrol terhadap lama perawatan menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap lama perawatan dengan p value = 0,051 dengan α < 0,05, namun berdasarkan penghitunganrerata lama perawatan pada bayi dengan diare akut dehidrasi ringan-sedang yang diberikan oralit 200 adalah 2,67 hari dan pada kelompok kontrol rerata lama perawatan adalah 3,67 hari yaitu selisih satu hari perawatan sehingga dapat mengurangi jumlah biaya yang dikeluarkan pasien. Kata Kunci: Bayi, Diare akut dehidrasi ringan-sedang, oralit, lama perawatan