Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH GUGUS HIDROKSIL SEKUNDER TERHADAP SIFAT MEKANIK POLIURETAN BERBASIS HTPB (HYDROXY TERMINATED POLYBUTADIENE) (EFFECT OF SECONDARY HYDROXYL GROUPS ON MECHANICAL PROPERTIES OF POLYURETHANE BASE HTPB (HYDROXY TERMINATED POLYBUTADIENE)) Heri Budi Wibowo
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 13 No. 2 Desember 2015
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa pengujian terhadap propelan komposit menunjukkan bahwa parameter dasar kontrol kualitas HTPB seperti struktur ikatan, bilangan hidroksil, panjang rantai, dan fungsionalitas tidak dapat memberikan kepastian karakteristik mekaniknya. Berdasarkan mekanisme pembentukannya secara radikal, maka dapat diperoleh struktur HTPB dengan gugus hidroksil terikat posisi primer dan sekunder. Perbedaan gugus hidroksil akan memberikan kestabilan yang berbeda sehingga akan mempengaruhi reaktifitas pembentukan poliuretan. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh adanya gugus hidroksil sekunder terhadap sifat mekanik poliuretan berbasis HTPB. Penelitian dilakukan dengan membuat poliuretan dari HTPB dan toluene diisocyanate (TDI) dengan perbandingan NCO/OH adalah satu, dengan menggunakan variasi bilangan OH sekunder dan primer. HTPB dan TDI dicampur dalam autoklaf pada suhu 45⁰C selama 1 jam dalam kondisi hampa udara, kemudian diperam selama satu minggu pada suhu kamar. Hasilnya diuji sifat mekaniknya meliputi kuat tarik dan elongasi dengan peralatan tensilometer L-200. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh adanya gugus hidroksil sekunder terhadap sifat mekanik poliuretan adalah positif dan signifikan. Adanya gugus hidroksil sekunder mengurangi kuat mekanik dari poliuretan. Parameter gugus hidroksil sekunder tidak dapat diabaikan sebagai parameter dasar kontrol kualitas HTPB.Kata kunci: HTPB, Hidroksil sekunder, Kontrol kualitas, Propelan
PEMISAHAN POLIMER HTPB (HYDROXY TERMINATED POLYBUTADIENE) MELALUI KOLOM RESIN BERPORI UNTUK MERUBAH DISTRIBUSI BERAT MOLEKUL HTPB (SEPARATION OF HTPB POLYMER (HYDROXY TERMINATED POLYBUTADIENE) THROUGH POROUS RESIN COLUMN FOR MODIFY MOLECULAR WEIGHT DISTRI Heri Budi Wibowo
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol.13 No. 1 Juni 2015
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk HTPB yang diproses secara radikal memiliki kelemahan distribusi berat molekul yang lebar dan berat molekulnya cenderung lebih tinggi dari prediksi. Untuk dapat memperoleh HTPB yang sesuai untuk fuel binder propelan, maka diperlukan suatu metode pemisahan HTPB berdasarkan berat molekulnya. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan metode pemisahan HTPB berdasarkan perbedaan ukuran molekul berdasar filtrasi dalam kolom rersin berpori. Manfaat penelitian yang diharapkan adalah diperoleh metode pemisahan yang baik untuk dapat memperbaiki berat molekul polimer sehingga memenuhi persyaratan fuel binder propelan. Penelitian dilakukan dengan mengalirkan polimer ke dalam kolom berisi resin berpori “Crosslinked PE” dengan menggunakan pelarut toluenhidrofuran, kemudian setiap fraksi 2 mL diambil dan dianalisis konsentrasi dan berat molekulnya dengan kromatografi gel. Parameter pemisahan yang akan dicari adalah ukuran resin, panjang kolom, dan kecepatan alir pelarut (elusi). Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa pemisahan polimer HTPB dengan menggunakan resin berpori dapat memisahkan polimer HTPB dengan baik. Untuk mendapatkan hasil pemisahan yang sempurna, maka dibutuhkan panjang kolom 100 cm, kecepatan elusi 2 mL per menit, resin ukuran 10 mikrometer, maka diperoleh metode pemisahan dengan tingkat kesalahan 2%. Dengan menggunakan metode pemisahan, dapat digunakan untuk memperbaiki berat molekul rata-rata HTPB dengan mengurangi beberapa fraksi yang memiliki berat molekul terlalu tinggi atau terlalu rendah. Hasil optimasi dapat digunakan untuk memperbaiki berat molekul rata-rata produk HTPB yang semula 6.000 menjadi 2.549 gr per mol sehingga memenuhi persyaratan sebagai fuel binder propelan, dan distribusi berat molekul rata-rata mendekati satu.Kata kuci: Propelan, HTPB, Polibutadien, Pemisahan