Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS NOSEL MOTOR ROKET RX - 122 LAPAN SETELAH DILAKUKAN PEMOTONGAN PANJANG DAN DIAMETER Ahmad Jamaludin
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 6, No.1 Juni (2008)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian dan analisis ulang nosel motor roket RX - 122 milik LAPAN. Nosel tersebut didesain untuk tekanan ruang bakar 70 bar. Hasil perhitungan secara analitis menunjukkan bahwa gaya dorong yang dihasilkan seharusnya sebesar 18,6 kN. Hasil simulasi numerik memberikan gaya dorong yang lebih kecil, yaitu sebesar 18,0 kN. Perbedaan tersebut dikarenakan adanya gesekan antara aliran gas dengan permukaan bagian dalam nosel yang mana ditandai dengan penurunan tekanan total sebesar 13%. Diameter awal nosel adalah 130 mm. Oleh karena keterbatasan dimensi motor roket, maka diameter nosel harus dibatasi maksimum 100 mm. Pengurangan diameter nosel dilakukan dengan cara memotong nosel sepanjang 85 mm. Pemotongan tersebut mengakibatkan penurunan prestasi nosel. Perhitungan secara analitis dan simulasi numerik memberikan gaya dorong masing – masing 18,1 kN dan 17,7 kN. Akibat pemotongan panjang nosel tersebut, maka gaya dorong yang dihasilkan nosel berkurang hanya sekitar 2%.
ANALISIS LAPISAN BATAS ALIRAN DALAM NOSEL STUDI KASUS: NOSEL RX 122 Ahmad Jamaludin; - Saeri
Jurnal Teknologi Dirgantara Vol 7, No.2 Desember (2009)
Publisher : National Institute of Aeronautics and Space - LAPAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan simulasi dan perhitungan lapisan batas permukaan dinding bagian dalam nosel. Studi kasusnya adalah nosel RX 122. Nosel mempunyai diameter inlet, throat, dan exit masing-masing 100, 34, dan 96 mm. Simulasi dan analisis lapisan batas dilakukan dengan kondisi batas tekanan dan temperatur ruang bakar masing - masing 59 bar dan 3.000 K. Hasil simulasi menunjukkan bahwa lapisan batas tetap terjadi mulai dari nosel bagian depan (up stream throat) hingga ke belakang (down stream throat). Lapisan batas semakin menebal pada posisi mendekati inlet dan exit. Tebal lapisan batas di dekat inlet dan di dekat exit masing-masing adalah 0,28 dan 0,67 mm.