Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Nutritional and Carrageenan Content of Kappaphycus alvarezii Seaweed Exposed to Ice-Ice Irmawati, Yuni; Sudirjo, Fien
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 2 (2024): Edisi November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v6i2.602

Abstract

The main source of income for people in Southeast Maluku Regency and Tual City, one of which is the cultivation of Kappaphycus alvarezii seaweed. The problem in cultivating seaweed is when there is an attack of ice-ice disease, which cause a decrease in production yields and quality of K. alvarezii. The target of this research was the nutritional and carrageenan content of K. alvarezii exposed to ice-ice. The parameters observed were nutritional content such as protein, water, ash, fat and carbohydrates as well as carrageenan and gel strenght. The results showed that the nutritional content of K. alvarezii which was exposed to ice-ice, such as 2,01 % protein, 0,14 % fat and 35,74 % carbohydrates, was lower compared to healthy seaweed. However, the water and ash obtained the opposite results, where seaweed exposed to ice-ice was higher, namely 44,66% dan 31,80 %. Carrageenan and gel strenght in healthy seaweed were higher at 58,60 % and 414,86 g/cm2 compared to seaweed exposed to ice-ice, 45,75 % and 404,23 g/cm2.
Pembuatan Hand Sanitizer Berbahan Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii pada Ohoi Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara Irmawati, Yuni; Sudirjo, Fien; Rahalus, Katarina D.
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/hh5tnr72

Abstract

Pemanfaatan rumput laut oleh masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara belum optimal, masih terbatas pada penjualan dalam produk mentah sebagai bibit, produk kering, diversifikasi produk olahan makanan dan minuman, dan itu pun belum beragam.  Pada kenyataannya rumput laut memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai macam produk bernilai tinggi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, salah satunya adalah produk hand sanitizer berbahan rumput laut karena ramah lingkungan, aman digunakan, juga memiliki kandungan senyawa aktif yang bersifat antioksidan, antibakteri dan karaginan yang berperan sebagai pengental, penstabil, dan menjaga kelembaban kulit.  Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan masyarakat akan hand sanitizer berbahan rumput laut.  Hasil kegiatan ini mendapatkan respon positif dari peserta dan pelaksana diminta kerap melaksanakan kegiatan serupa sehingga dapat memanfaatkan sumber daya alam lokal yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.