Raihana Kaplale
Universitas Pattimura Ambon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis tingkat usahatani kakao (Theobroma cacao l) studi kasus di Desa Latu Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat Raihana Kaplale
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.60-68

Abstract

Desa Latu merupakan salah satu daerah penghasil kakao di Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai salah satu sumber pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani kakao, faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani kakao, danĀ  kelayakan usahatani kakao. Sampel ditentukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling). Jumlah responden terpilih sebanyak 32 petani (25%) dari 128 Kepala Keluarga (KK) yang mengusahakan usahatani kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usahatani kakao adalah Rp 6,2 juta/ha/thn. Berdasarkan hasil analisis regeresi linier berganda, factor-faktor utama penentu tingkat pendapatan usahatani kakao yaitu luas lahan, biaya produksi, produksi dan harga jual. Usahatani kakao layak karena menguntungkan berdasarkan nilai BCR 3,89.
Analisis tingkat usahatani kakao (Theobroma cacao L) studi kasus di Desa Latu Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat Raihana Kaplale
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.60-68

Abstract

Desa Latu merupakan salah satu daerah penghasil kakao di Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai salah satu sumber pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani kakao, faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani kakao, danĀ  kelayakan usahatani kakao. Sampel ditentukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling). Jumlah responden terpilih sebanyak 32 petani (25%) dari 128 Kepala Keluarga (KK) yang mengusahakan usahatani kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usahatani kakao adalah Rp 6,2 juta/ha/thn. Berdasarkan hasil analisis regeresi linier berganda, factor-faktor utama penentu tingkat pendapatan usahatani kakao yaitu luas lahan, biaya produksi, produksi dan harga jual. Usahatani kakao layak karena menguntungkan berdasarkan nilai BCR 3,89.