Bambang Siswanto
Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI SENSITIVITAS DARLAM TERHADAP SKEMA KONVEKSI BERDASARKAN JUMLAH BULAN HUJAN Ina Junaeni; - Halimurrahman; Bambang Siswanto
Jurnal Sains Dirgantara Vol 5, No 2 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.861 KB)

Abstract

Untuk mendukung kesimpulan tentang kinerja DARLAM, dalam tulisan ini disampaikan kinerja model melalui jumlah bulan hujan di wilayah Indonesia. Berdasarkan nilai perbandingan jumlah bulan hujan simulasi dan jumlah bulan observasi pertahun, skema Hal mempunyai kinerja paling buruk dibanding skema lainnya. Hal ini ditunjukkan dengan nilai perbandingan jumlah bulan hujan simulasi dan jumlah bulan hujan observasi yang sangat rendah. Skema Kuo menunjukkan kinerja yang baik untuk Papua, Kalimantan, Sumatera dan Jawa. Kinerja skema Arakawa dan skema Betts Miller yang baik ditunjukkan untuk lokasi berikut: Papua, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NT dan Bali, dan Jawa. Skema konveksi Ak, Kuo dan BM DARLAM cenderung menghasilkan curah hujan berlebih untuk NT, dan Bali dan juga pada periode ENSO 1982. Kata kunci : Jumlah bulan hujan, Skema konveksi, DARLAM.
ANALISIS KORELASI SUHU UDARA PERMUKAAN DAN CURAH HUJAN DI JAKARTA DAN PONTIANAK DENGAN ANOMALI SUHU MUKA LAUT SAMUDERA INDIA DAN PASIFIK TROPIS DALAM KERANGKAOSILASI DUA TAHUNAN TROPOSFER (TBO) Arief Suryantoro; Bambang Siswanto
Jurnal Sains Dirgantara Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2697.427 KB)

Abstract

Telah dilakukan analisis hubungan suhu muka lautan (SST : Sea Surface Temperature) India dan Pasifik Barat Tropis, dan anomalinya (SSTA : Sea Surface Temperature Anomaly) dengan suhu udara permukaan (T) dan curah hujan (CH) di daerah Pontianak dan Jakarta dalam kerangka osilasi dua tahunan troposfer (TBO : Tropospheric Biennial Oscillation). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa SST dan SSTA Samudera India dan Pasifik Barat Tropis memiliki korelasi yang lebih baik dengan suhu udara permukaan di Jakarta dan Pontianak dibandingkan dengan curah hujan di kedua daerah yang ditinjau tersebut. Selanjutnya juga ditunjukkan bahwa TBO merupakan fenomena yang berpengaruh terhadap pola suhu udara permukaan dan curah hujan di daerah Jakarta dan Pontianak, meskipun fenomena TBO ini muncul bukan sebagai fenomena yang benar-benar periodik dan bukan merupakan satu-satunya fenomena yang muncul Jurnal Sains Dirgantara Vol. 6 No. 1 Desember 2008:1-21 2 dominan di kedua daerah yang ditinjau tersebut. Di daerah Jakarta dan Pontianak ini juga muncul ragam osilasi curah hujan dan suhu udara permukaan lainnya seperti osilasi setengah tahunan SAO (Semi Annual Oscillation), osilasi tahunan AO (Annual Oscillation), dan antar tahunan ENSO (El-Nino Southern Oscillation). Kata kunci: SST (Sea Surface Temperature), SSTA (Sea Surface Temperature Anomaly), SAO (Semi Annual Oscillation), AO (Annual Oscillation), TBO (Tropospheric Biennial Oscillation)..