Berdasarkan Dinas Pertanian Kabupaten Kotabaru tahun 2016, produksi terbesar padi dihasilkan dari sawah tadah hujan yang tersebar dibeberapa wilayah di Kecamatan Pulau Laut Timur. Dengan adanya OP pada sawah tadah hujan diharapkan meningkatkan pelayanan kepada petani setempat. Untuk mengevaluasi OP tersebut dapat diukur dengan mengukur dimensinya yang berupa: 1) Sarana / prasarana fisik, 2) Sarana penunjang, 3) Organisasi, 4) Dokumentasi, kondisi kelembagaan, dan 5) Produktivitas tanam. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat persepsi petani terhadap kegiatan OP, kemudian memberikan rekomendasi untuk prioritas pengembangan dan perbaikan pengelolaan OP. Dengan menggunakan metode penyebaran kuis untuk persepsi dan harapan petani di Kecamatan Pulau Laut Timur.Data diolah dengan analisis deskriptif kuantitatif, analisis tingkat kesesuaian TKi, analisis kuadran untuk menentukan urutan prioritas perbaikan OP, dan uji Mann-Whitney untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas (independen) terhadap variabel tetap (dependen) pada OP sawah tadah hujan. Adapun hasil dari 1) Analisis tingkat kesesuaian petani berada pada kategori tidak puas, dengan persentase TKi ≤ 100%. 2) Analisis kuadran menunjukan prioritas perbaikan utama pada kuadran IV (empat), yakni berada dalam prioritas rendah, variabelnya terdapat pada (X3,4), dimana kondisi ini tidak sesuai dengan harapan petani. 3) Analisis dengan uji Mann-Whitney diperoleh nilai negatif (-), dimana variabel independen tidak memberikan pengaruh yang kuat terhadap variabel dependen, hal ini ditujukan pada dimensi sarana / prasarana fisik dan fasilitas kegiatan OP.Rekomendasi perbaikanya dengan cara meningkatkan kesadaran petani menjaga dan merawat saluran. Perlunya pembangunan infrasruktur irigasi teknis/setengah teknis sehingga menujang kesuksesan kegiatan pertanian.