Annisa Septiani
Universitas Ahmad Dahlan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGAJARAN DIALEK DAERAH BAGI PEMELAJAR BIPA TINGKAT A1: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Annisa Septiani
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.10816

Abstract

Kehidupan masyarakat yang semakin berkembang, bahasa digunakan untuk pelbagai kebutuhan dan kepentingan. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya perbedaan status sosial dalam masyarakat dan situasi berbahasa. Menurut KBBI V, dialek merupakan variasi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakai (misalnya bahasa dari suatu daerah tertentu, kelompok sosial tertentu, atau kurun waktu tertentu). Dialek dapat artikan juga sebagai variasi bahasa yang dibedakan atas tata bahasa, pengucapan, dan kosa kata. Setiap daerah di Indonesia menggunakan bahasa Indonesia yang dialeknya berbeda-beda. Pemelajar BIPA dapat dinyatakan berhasil ketika mereka mampu berkomunikasi bahasa Indonesia dengan penutur aslinya. Sosiolinguistik merupakan cabang dari ilmu linguistik yang mempelajari hubungan dan pengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengajarkan teknik-teknik pembelajaran dialek daerah oleh pemelajar BIPA tingkat A1. Metode penelitian yang digunakan berupa deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian diperoleh melalui teknik studi pustaka. Dalam hal ini, pengajar memiliki peran yang besar untuk mengajarkan dialek-dialek daerah yang ada di Indonesia. Mengajarkan dialek bahasa daerah dalam pengajaran BIPA, akan mempermudah pemelajar BIPA dalam berkomunikasi dengan masyarakat sekitar tempat tinggal di mana dia berada. Pemelajar BIPA selain memepelajari bahasa Indonesia standar juga mempelajari bahasa dialek di mana mereka tinggal atau di daerah di mana mereka akan tinggal, tentu akan jauh lebih mudah berkomunikasi dengan orang kebanyakan karena mereka mengerti dialek yang digunakan. Mengajarkan dialek bahasa, dimungkinkan dapat mengurangi kesalahpahaman dalam berkomunikasi dan dengan dibekali dialek bahasa tertentu, pemelajar BIPA akan lebih mudah menyesuaikan bahasa, sehingga kesalahpahaman akan bisa dikurangi.Kata kunci: Dialek, Sosiolinguistik, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)