Maraknya bias gender menjadi latar belakang penelitian ini untuk mengetahui bagaimana reaksi atau sikap yang diambil para perempuan sebagai korban. Penelitian ini akan berfokus pada bentuk diskriminasi yang diterima oleh para tokoh perempuan sebagai korban dalam novel Basirah karya Yetti A. KA serta cara mereka mengatasi permasalahan tersebut. Ada empat tokoh yang akan dianalisis, masing-masing tokoh merupakan potret perempuan beda generasi yang berusaha melawan dari nasib yang mendera mereka dengan caranya masing-masing. Bentuk-bentuk strategi dari masing-masing tokoh akan dikaji menggunakan teori psikoanalisis Karen Horney, seorang psikolog dan pemikir neurosis perempuan. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui bahwa para tokoh mengalami beberapa bentuk eksploitasi dan diskriminasi gender yang berasal dari patriarki yang telah membudaya, yang mana itu akan menurun ke generasi selanjutnya. Pelakunya tidak terbatas pada kontra gender saja, juga bentuknya tak melulu secara fisik. Mulai dari beban kerja ganda, pelecehan (verbal maupun tidak), streotype hingga penelantaran, bahkan sesuatu yang tidak terlihat sebagai ancaman sama sekali yaitu penciptaan ketergantungan, adalah contoh bentuk diskriminasi yang menimpa tokoh perempuan dalam novel tersebut. Sebagai korban bias gender, para tokoh akan melakukan perlawanan sesuai dengan akal budi masing-masing yang terbentuk sedari kecil. Ada pula pergantian strategi yang digunakan dalam melawan bentuk diskriminasi tersebut, disebabkan karena faktor umur sehingga korban lebih memilih untuk melakukan perlawanan yang tidak terlalu merepotkannya. Bentuk-bentuk strategi tersebut merupakan upaya para korban untuk memberontak dari kontrol yang merugikan mereka.