Indah Susanti
Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, LApan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH AEROSOL PADA AWAN DI INDONESIA [AEROSOL IMPACT ON CLOUDS ANALYSIS OVER INDONESIA] Indah Susanti; - Rosida; Laras Tursilowati; Nani Cholianawati
Jurnal Sains Dirgantara Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.773 KB)

Abstract

Tulisan ini menguraikan penggunaan data Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) level-2 pada satelit Terra MOD08 versi 5.1 untuk mempelajari pengaruh peningkatan fluks aerosol yang dinyatakan dengan parameter Aerosol Optical Depth (AOD) pada ukuran radius efektif awan cair dan awan es, pada fraksi awan dan pada tekanan puncak awan atau Cloud Top Pressure (CTP) di atas Indonesia. Data dikelompokkan untuk musim hujan (Desember, Januari, Februari atau DJF), periode transisi 1 (Maret, April, Mei atau MAM), musim kering (Juni, Juli, Agustus atau JJA) dan periode transisi 2 (September, Oktober, November atau SON) di atas wilayah yang meliputi 80 º-150 ºBT dan 12 ºS-12 ºLU untuk periode Maret 2000 – Februari 2012. Pengaruh tidak langsung yang bersifat positif dari aerosol di atas Indonesia pada ukuran radius efektif awan lebih terlihat pada awan cair dibandingkan pada awan es. Pengaruh positif aerosol pada radius efektif awan es terjadi di atas daratan Kalimantan, Sumatera, dan sebagian Jawa untuk semua periode, dengan pengaruh terkuat pada periode MAM dan SON di Kalimantan. Pengaruh negatif untuk awan es cenderung terjadi di atas lautan dan daerah-daerah dengan nilai AOD di bawah 0,3. Pengaruh positif aerosol pada radius efektif awan cair jelas terlihat pada periode MAM dan SON. Sedangkan untuk wilayah-wilayah dengan nilai rata-rata AOD yang tinggi (di atas 1) terlihat di sebagian Sumatera dan sebagian Kalimantan, peningkatan fluks aerosol menyebabkan peningkatan fraksi awan. Pengaruh peningkatan fluks aerosol di Indonesia cenderung meningkatkan nilai tekanan pada puncak awan, yang berarti membantu pembentukan awan-awan rendah.Kata kunci: Aerosol, Fraksi awan, MODIS, Terra
PENGEMBANGAN MODEL PERSAMAAN EMPIRIS DALAMMEMPREDIKSI TERJADINYA LONGSOR DI DAERAHALIRAN SUNGAI (DAS) CITARUM (JAWA BARAT)BERBASIS DATA SATELIT TRMM[DEVELOPMENT OF EMPIRICAL EQUATION MODEL INPREDICTING THE OCCURRENCE OF LANDSLIDE AT WATERSHEDOF CITARUM (WEST JAVA) BASED ON THETRMM SATELLITE DATA] Sinta Berliana Sipayung; Nani Cholianawati; Indah Susanti; Soni Aulia R.; Edy Maryadi
Jurnal Sains Dirgantara Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.191 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana kebumian termasuk bencana longsor yang umumnya terjadi selama musim basah akibat hujan lebat yang terjadi terus-menerus. Kajian tentang longsor yang telah banyak dilakukan namun umumnya berbasis data observasi (in-situ rain gauge). Salah satu kekurangan dari hasil-hasil penelitian tersebut adalah tidak diketahuinya potensi terjadinya longsor, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS). Dalam penelitian ini dilakukan analisis potensi terjadinya longsor di kawasan DAS Citarum (Jawa Barat) berbasis data satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) periode 2000-2009 dengan resolusi pengamatan harian. Untuk mengetahui potensi terjadinya longsor di DAS tersebut, maka dibangunlah satu persamaan empiris P0 = f (P1, P2) dengan P1 dan P2 adalah jumlah curah hujan (dalam mm) selama 3 hari sebelum longsor dan 15 hari terakhir sebelum P1. Persamaan empiris tersebut digunakan untuk prediksi potensi terjadinya longsor di DAS Citarum akibat curah hujan dan peta kerentanan. Persamaan empiris yang diperoleh telah diuji di beberapa lokasi di DAS Citarum dengan hasil yang baik. Persamaan empiris ini dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini potensi terjadinya longsor DAS Citarum dengan kategori sedang, tinggi dan sangat tinggi.Kata Kunci: Hujan, Longsor, DAS Citarum, Persamaan empiris, dan TRMM