Eddy Hermawan
Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK INDIAN OCEAN DIPOLE MODE DI SAMUDERA HINDIA HUBUNGAN-NYA DENGAN PERILAKU CURAH HUJAN DI KAWASAN SUMATERA BARAT BERBASIS ANALISIS MOTHER WAVELET Eddy Hermawan; Kokom Komalaningsih
Jurnal Sains Dirgantara Vol 5, No 2 (2008)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.783 KB)

Abstract

Makalah ini utamanya mengkaji karakteristik Indian Ocean Dipole Mode (IOD) yang ada di Samudera Hindia, khususnya dari parameter Sea Surface Temperature (SST) terhadap anomali curah hujan yang ada di beberapa kawasan yang ada di Sumatera Barat. Data IOD dan curah hujan bulanan yang kami gunakan dalam studi ini antara tahun 1960 hingga 1999 (selama 39 tahun pengamatan). Dengan menggunakan software minitab berbasis Principal Component Analysis (PCA), data curah hujan tadi dikelompokkan menjadi kelompok 1 hingga kelompok 3. Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga kelompok curah hujan tadi ternyata memiliki osilasi dominan yang sama dengan data IOD, khususnya parameter SST sekitar 3 tahunan. Hal ini mengindikasikan bahwa kawasan Sumatera Barat yang relatif basah sepanjang tahun, diduga terkait erat dengan anomali SST yang ada di Samudera Hindia. Kata kunci : IOD, Curah hujan, Minitab, dan Analisis wavelet.
PROFIL VERTIKAL SUHU ATMOSFER DI ATAS INDONESIA BERBASIS HASIL ANALISIS DATA SATELIT FORMOSAT-3/COSMIC Eddy Hermawan
Jurnal Sains Dirgantara Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.801 KB)

Abstract

Penelitian ini utamanya ditujukan untuk menganalisis data satelit FORMOSAT-3, khususnya parameter suhu dan perbandingannya terhadap data radiosonde di atas beberapa kawasan Indonesia. Daerah kajian dibatasi pada sekitar 90º-140º BT dan 12º LU-12º LS dengan waktu pengamatan pada bulan Desember 2006, Januari 2007 dan Februari 2007. Hasil data merupakan data yang telah diproses berupa plot grafik profil vertikal atmosfer. Berdasarkan hasil perbandingan data satelit FORMOSAT-3 dengan Profil Vertikal Suhu Atmosfer di atas Indonesia..... (Eddy Hermawan) 177 data radiosonde didapatkan bahwa hampir sebagian besar profil atmosfer berdasarkan satelit FORMOSAT-3 sama dengan profil atmosfer berdasarkan data suhu radiosonde. Perbedaan ini terjadi di sekitar lapisan permukaan yaitu pada ketinggian di bawah 8 kilometer. Ketidaktepatan profil suhu vertikal di daerah dekat permukaan berdasarkan data satelit FORMOSAT-3 dapat diatasi dengan melakukan konversi berdasarkan faktor koreksi tertentu, sehingga data yang dihasilkan sama dengan data radiosonde. Analisis lebih lanjut, menunjukkan adanya korelasi yang baik antara data satelit FORMOSAT-3 dengan data radiosonde di “sekitar” lapisan tropopause, yakni dengan nilai koefisien korelasi rata-rata sebesar 0.81 untuk besaran Brunt Väisälä Frequency Squared (N2). Keutamaan satelit ini selain dapat menyediakan data atmosfer vertikal, khususnya suhu udara untuk seluruh kawasan Indonesia disaat data radiosonde sulit didapat. Sedangkan kekurangannya, FORMOSAT-3 melakukan pengamatan tidak pada titik lokasi yang sama setiap harinya. Kata kunci: FORMOSAT-3/COSMIC, Radiosonde dan profil vertikal suhu atmosfer.