Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : KURVATEK

FENOMENA HARD GROUND PADA BATU LEMPUNG KAYA GAMPINGAN FORMASI NANGGULAN, DI SUNGAI WATUPURU, PEGUNUNGAN KULON PROGO, YOGYAKARTA Siti Nuraini
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1137

Abstract

Fenomena hardground yang ditemukan di Sungai Watupuru terbagi ke dalam 3 katagori yaitu lapisan hardground Briozoa, lapisan hardground pecahan cangkang dan lapisan hardground kerakal karbonat konglomeratan. Lapisan hardground Briozoa adalah lapisan mengandung hewan lumut yang hidup berkoloni pada dasar-dasar laut. Lapisan ini merupakan bagian teratas dari batuan wackestone atau peckstone (Dunham, 1962). Lapisan pecahan cangkang juga sering dijumpai sebagai sisipan pada Formasi Nanggulan yang kaya gampingan. Lapisan hardground Briozoa ini dinamakan hardground laut yang pada umumnya berasosiasi dengan zona sub-tidal (Moore, 1989; Walker, 1984). Lapisan hardground berikutnya adalah lapisan kerakal karbonat konglomeratan dicirikan oleh butirannya sangat membundar (well-rounded), kemas terbuka, tertanam dalam matriks ukuran pasir kasar (2-1 mm). Diameter ukuran butiran-butiran berkisar antara 2 sampai 3 cm dengan keadaan tidak saling bersentuhan. Semen oksidasi besi yang berwarna coklat kemerahan mengikat butiran-butiran tersebut. Fragment/ butiran karbonat konglomerat dahulunya berupa cangkang-cangkang Molluska Bivalve yang mengalami pelarutan, sehingga yang tertinggal hanya berupa cetakan saja. Suasana korosiv sangat terlihat diakibatkan oleh intensivnya pengaruh oksidasi besi selama penyemenan antar fragment-fragment tersebut. Kehadiran galian fauna yang melintang di permukaan lapisan hardground ini merupakan inchnofasies Trypanites. Lapisannya sendiri menunjukan pola pengkasaran ke atas (coarsening upward atau gradasi terbalik (reverse gradded bedding).              Peristiwa susut laut/ regresion telah dibuktikan oleh penemuan hardground-hardground pada Formasi Nanggulan di Sungai Watupuru. Muka laut telah mundur dari kondisi asalnya yaitu zona subtidal ke laut lepas. Masih perlu penelaahan lebih lanjut mengenai peristiwa regresi pada Formasi Nanggulan ini, apakah berhubungan dengan peristiwa tektonisme daerah setempat atau fluktuasi muka laut global (eustasi). Kata kunci: lapisan hardground, lapisan, Molluska, cangkang, Formasi Nanggulan, Sungai Watupuru.