Bakso kojek adalah sejenis bahan jajanan makanan yang digemari anak usia Sekolah Dasar. Proses pembuatan bakso kojek ini masih menggunakan bahan tambahan makanan yang dilarang dan membahayakan kesehatan seperti bahan pengawet, pewarna dan penyedap rasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kandungan bahan tambahan makanan pada bakso kojek dan mengetahui dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dibeberapa lokasi makanan jajanan di kecamatan Medan johor.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey. Sampel dalam penelitian ini adalah pedagang bakso kojek yang berada di lokasi di beberapa SD wilayah kecamatan Medan Johor. Pedagang bakso masing-masing di ambil bakso yang di jual sebagai objek analisa. Siswa SD sebagai konsumen bakso tersebut di ukur dampak setelah mengkonsumsi bakso kojek. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan dari 10 sampel bakso tidak ada yang menggunakan zat pewarna, namun untuk saus bakso kojek yang diidentifikasi ada 3 sampel yang positif menggunakan zat pewarna jingga yang tidak diizinkan yaitu Orange RN. Ada 2 sampel bakso positif menggunakan zat pengawet boraks. Seluruh sampel bakso kojek menggunakan zat pengawet benzoat dengan kadar zat pengawet benzoat antara 469 mg/kg â 775 mg/kg, kadar ini masih dibawah Nilai ambang yakni 1000 mg/1 Kg. Ada 3 sampel yang menggunakan zat pengawet formalin pada saus bakso kojek. Berdasarkan hasil yang diteliti ternyata bakso dan saus bakso kojek tidak aman untuk dikonsumsi. Â Kata Kunci: Bakso Kojek, Pewarna, Pengawet, Dampak