Permasalahan etika merupakan masalah universal, masalah yang menjadi perhatian banyak orang. Etika sering juga disama artikan dengan akhlaq, dan kerusakan akhlak seseorang akan berakibat atau berdampak pada orang lain. Jika dalam suatu masyarakat banyak orang yang rusak akhlaknya maka akan guncanglah keadaan masyarakat itu, oleh karena itulah akhlak yang baik merupakan pondasi kokoh bagi terciptanya hubungan baik antara orang-orang muslim. Mengenakan songkok dalam aktivitas kemasyarakatan di Indonesia merupakan suatu wujud simbol pergaulan yang setara serta simpel. Penyetaraan serta kesederhanaan itu nampak dalam wujud suatu Kopiah yang umumnya cuma terdiri satu faktor warna gelap serta wujud Kopiah yang semacam tabung menjajaki kepala penggunanya. Dari ulasan tersebut, ada dua fokus permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini, yakni mengenai konsep tradisi berkopiah di Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Desa Jaddung dan relasi antara tradisi berkopiah dan etika santri di pesantren tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber datanya adalah Pengasuh pesantren, pengurus, dan santri. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh adalah santri Mathlabul Ulum Desa Jaddung menjadikan tradisi berkopiah sebagai etika santri yang sangat ditekankan di pesantren, karena bagi pesantren tersebut, kopiah berfungsi sebagai penjaga sikap dan prilaku santri, karena kopiah tidak hanya atribut yang dipakai santri yang merupakan simbol pelindung kepala saja,namun simbol kopiah memiliki makna bahwa pemakainya harus berusaha melindungi isi kepalanya dari berpikir dan bertindak negatif.