Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI SOSIALISASI COVID-19 DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN DI KOTA JAKARTA Rafi Ramadhani Elgaputra; Evan Yoga Adhi Sakti; Dahayu Bethari Widyandri; Alifia Riza Azhari; Claudia Renatta; Kirania Rainasya; Kiagus Sulthan Madani; Sabhinaya Vanyaska Gitawangi; Faradita Faradita; Shabrina Aulia Pradyanti; Sri Musta’ina
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.423-433

Abstract

In carrying out the 62nd Kuliah Kerja Nyata (KKN) of Universitas Airlangga, group 270 raised the theme 'Socialization of COVID-19 in an Effort to Increase Public Awareness of Health Protocols' with a target of 500 active users of Instagram social media and the people of Cempaka Putih Barat Village, Cempaka Putih District. , Central Jakarta. The 270 group chose Instagram because it is a trend in a society where the majority use Instagram as a media to search and find all information. Meanwhile, Cempaka Putih Subdistrict was chosen as the target because the sub-district ranks fifth in the red zone in Jakarta.There are 4 activities that we do online and one activity offline. Online activities include group discussions recorded through online meeting platforms and short videos related to things that need to be done and prepared for activities outside the home in the New Normal era. Then, we also recorded online discussions in collaboration with the Team of Medical Doctors, Faculty of Medicine, Airlangga University, Surabaya.abstrakDalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Ke-62 Universitas Airlangga, kelompok 270 mengangkat tema ‘Sosialisasi COVID-19 dalam Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan’ dengan sasaran 500 pengguna aktif media sosial Instagram dan masyarakat Kelurahan Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kelompok 270 memilih  Instagram  karena menjadi trend dalam masyarakat yang mayoritas menggunakan Instagram sebagai media untuk mencari dan menemukan segala informasi. Sedangkan pemilihan Kecamatan Cempaka Putih sebagai sasaran karena seperti yang disebutkan sebelumnya, kecamatan tersebut menempati urutan kelima zona merah di Jakarta. Terdapat 4 kegiatan  yang kami lakukan secara daring dan satu kegiatan secara luring. Kegiatan daring berupa diskusi kelompok yang direkam melalui platform meeting online dan video singkat terkait hal yang perlu dilakukan dan dipersiapkan untuk beraktivitas di luar rumah pada era New Normal. Kemudian, kami juga melakukan rekaman diskusi daring berkolaborasi dengan Tim Dokter  Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.
EDUKASI PERAWATAN BALITA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN GONDRONG, TANGERANG Cintia Maulina; Clariza Vioito; Laras Arsyi Insani; Ria Nuranisa; Ayu Nurjanah; Nadia Nur Amalina; Sri Musta’ina
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.434-440

Abstract

Toddler, grup of children age ranging from 1-3 years old (under 3 years old) and 3-5 years old (preschool), is a vulnerable group to Covid-19 infection. Covid-19 caused by SARS-Cov 2 Virus that became a global pandemic since March 2020. Because of that, toddler care should be adjusted to health protocol given by the government in order to prevent the transmission of Covid 19. Generally, the knowledge and attitude of mothers at RW 1 Gondrong Subdistrict towards toddler care during Covid 19 pandemic are limited. Team 249 in Group 8 KKN BBN 62nd Airlangga University consider the need to educate the mothers to increase knowledge and attitude of toddler health and growth during pandemic. This health education is given to toddler’s mothers who attends routine posyandu. The topic of health education given by the member of Team 249 is about toddler care during Covid 19 pandemic. Pre-test and post-test questionnaires are distributed to measure the knowledge and attitude before and after the education. The result shows that majority of the mothers whose age less than  35 years (60%), have higher school education (70%) and are housewives or unemployed (80%). The ratio of post-test and pre-test score showed that the knowledge and attitude of toddler’s mothers about toddler care during Covid 19 pandemic has increased. It is strongly suggested to be a new habit for the mothers to intensively care for their toddlers, especially during the Covid 19 pandemic.abstrakBalita merupakan salah satu kelompok umur yang rentan terinfeksi Covid-19, penyakit disebabkan oleh Virus SARS-Cov 2 yang menjadi pandemi global sejak Maret 2020. Batasan usia balita adalah 1-3 tahun (batita) dan 3-5 tahun (pra sekolah). Oleh karena itu, perawatan balita pada masa pandemi covid-19 harus disesuaikan dengan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah untuk memutus rantai penularannya. Akan tetapi, pada umumnya pengetahuan dan sikap ibu dari balita yang tinggal di RW 1 Kelurahan Gondrong Kota Tangerang kurang memahami hal tersebut. Kelompok 249 Grup 8 Kuliah Kerja Nyata BBM Periode 62 Universitas Airlangga memandang perlunya edukasi sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap para ibu terhadap kesehatan dan kecukupan tumbuh kembang untuk balita pada masa pandemi. Edukasi yang diberikan berupa penyuluhan kesehatan kepada para ibu yang menghadiri kegiatan rutin posyandu. Materi penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh anggota Kelompok 249 adalah mengenai perawatan balita pada masa pandemi Covid-19. Setiap ibu diberikan kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap ibu terhadap kesehatan balitanya sebelum dan sesudah mendengarkan penyuluhan. Hasil kegiatan ini menunjukkan karakteristik ibu yang mengikuti kegiatan mayoritas berusia kurang dari 35 tahun (60%) dengan tingkat pendidikan SMA (70%) dan status pekerjaan sebagai ibu rumah tangga atau tidak bekerja (80%). Perbandingan skor pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan perhatian mengenai kesehatan dalam merawat anak balitanya di masa pandemi Covid 19. Pengetahuan dan mengenaisikap mengenai kesehatan balita diharapkan menjadi kebiasaan baru yang dilaksanakan oleh para ibu dengan konsisten dalam merawat dan membesarkan anak balitanya, khususnya di masa pandemi Covid 19.
SOSIALISASI ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI RT 5 / RW 11, KELURAHAN KALISARI, KECAMATAN PASAR REBO, JAKARTA TIMUR MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Selvia Febriana Astuti; Latifa Nursyabania; Muhammad Jabbar Falih; Samiyya Rosyid Attamini; Mohammad Rafli; Sri Musta’ina
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 4 No. 2 (2020): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jlm.v4i2.2020.448-455

Abstract

COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) currently becoming a pandemic in various countries, including Indonesia. The highly transmission rate of this disease causes changes in almost all living conditions and patterns of social life. Formerly, the community can freely interact and be close together without any worries, free crowds, no need to use masks, now,  all turned into nessecity to apply health protocols such as maintaining distance in interactions, always using masks and washing hands diligently, always implementing the movement of the community to live a healthy life (germas). Such behavior is known as a new normal, or new habit. In DKI Jakarta, one of the areas with the highest increment rate of Covid 19 patient,  to break the transmission of Covid-19, the local government imposed a large-scale social restriction (PSBB) which was followed by a transition period towards adapting to new habits. However, statistical data shows that in this transitional period, many people have begun to neglect to implement health protocols that are aimed as new habits to stop pandemics. This is evidenced by the increasing number of people who have contracted Covid-19. To help the local government in its efforts to break the transmission of COVID-19, group 288 of the 62nd KKN BBM Mandiri Airlangga University held socialization activities aimed at reminding the community to always comply with health protocols and be diligent to perform disinfection. The socialization activities were carried out in the neighborhood of RT 5 / RW 11 Kalisari Village, Pasar Rebo District, East Jakarta., by posting posters at community gathering points such as mosques, security posts, and parks. Socialization was also carried out online and door-to-door by distributing 180 bottles of disinfectant liquid to residents. It is expected this activity can change the mindset and lifestyle of the local community about the importance of continuing to implement health protocols. Local people are also expected to be more alert and concerned about carrying out regular disinfection in their home environment, especially on items that are often touched and items that have just come from outside the home.abstrakCOVID-19 (Corona Virus Disease 2019) merupakan penyakit yang saat ini menjadi pandemi diberbagai negara, termasuk Indonesia. Kecepatan penularan penyakit ini, menyebabkan perubahan pada hampir semua kondisi kehidupan serta pola kehidupan bermasyarakat. Dari yang semula masyarakat bisa bebas berinteraksi tanpa harus menjaga jarak, bebas berkerumun, tidak perlu menggunakan masker, menjadi harus menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak minimal satu meter dalam berinteraksi,  senantiasa menggunakan masker dan rajin mencuci tangan, senantiasa menerapkan gerakan masyarakat hidup sehat (germas) . Perilaku seperti demikianlah yang disebut sebagai new normal, atau kebiasaan baru.  Di DKI Jakarta, salah satu wilayah dengan tigkat pertambahan jumlah penderita Covid-19 tertinggi, untuk memutus rantai penularan Covid-19, pemerintah setempat memberlakukan pembatasan social berskala besar (PSBB) yang dilanjutkan dengan masa transisi menuju adaptasi kebiasaan baru. Akan tetapi, data statistik menunjukkan, bahwa dimasa transisi penerapan adaptasi kehidupan baru ini, banyak masyarakat sudah mulai lalai menerapkan protokol kesehatan yang disusun sebagai kebiasaan baru untuk menghentikan pandemi. Hal ini dibuktikan dengan kembali meningkatnya jumlah masyarakat yang tertular Covid-19. Untuk membantu pemerintah setempat dalam upaya memutus mata rantai penularan COVID-19, kelompok 288 grup 8 KKN BBM Mandiri Universitas Airlangga ke 62 menyelenggarakan kegiatan sosialiasi yang bertujuan untuk mengingatkan masyarakat disekitarnya agar senantiasa tertib mematuhi protokol kesehatan serta rajin melakukan disinfeksi secara berkala. Kegiatan sosialisasi dilakukan dilingkungan RT 5/RW 11 Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Metode yang digunakan yaitu pembuatan media cetak berupa poster yang ditempelkan di lokasi yang menjadi titik kumpul masyarakat seperti masjid, poskamling, dan lapangan. Sosialisasi juga dilaksanakan secara daring dan dari pintu-ke-pintu dengan membagikan cairan disinfektan sebanyak 180 botol berisi 100 ml cairan disinfektan kepada warga. Diharapkan kegiatan ini dapat membantu merubah pola pikir dan gaya hidup masyarakat setempat tentang pentingnya tetap melaksanakan protokol kesehatan di masa transisi adaptasi kebiasaan baru ini. Masyarakat setempat juga diharapkan menjadi lebih waspada dan peduli untuk melakukan disinfeksi secara berkala di lingkungan rumah masing-masing, terutama pada barang-barang yang sering disentuh dan barang-barang yang baru datang dari luar rumah.