Made Parsa
Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS CITRA MULTIRESOLUSI UNTUK IDENTIFIKASI KONVERSI LAHAN SAWAH AKIBAT PEMBANGUNAN JALAN BEBAS HAMBATAN DI KABUPATEN SUBANG, JAWA BARAT Made Parsa
Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital Vol 17 No. 1 Juni 2020
Publisher : Indonesian National Institute of Aeronautics and Space (LAPAN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30536/j.pjpdcd.2018.v0.a3152

Abstract

Kebutuhan pangan khususnya padi yang semakin meningkat seiring peningkatan penduduk menuntut pemerintah untuk tetap meningkatkan produksi diantaranya dengan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Disisi lain fenomena yang terjadi di lapangan adalah konversi lahan pertanian tetap terjadi dan bahkan cendrung meningkat dari tahun ke tahun dan tidak dapat diimbangi dengan pencetakan sawah baru yang berdampak pada penurunan produksi. Konversi (alih fungsi) lahan sangat mudah dimonitor dengan citra penginderaan jauh baik resolusi menengah (Landsat) maupun resolusi tinggi (SPOT6/7), dan bahkan untuk alih fungsi dalam skala yang luas dapat dimonitor menggunakan citra resolusi rendah seperti MODIS. Pembangunan jalan bebas hambatan Cipali yang telah selesai pada tahun 2015 pada kenyataannya melewati hamparan lahan persawahan di beberapa kabupaten yang dilaluinya termasuk Kabupaten Subang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang konversi lahan sawah akibat pembangunan jalan bebas hambatan Cipali dan pengaruhnya terhadap produksi padi di Kabupaten Subang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis perubahan menggunakan citra Landsat dan SPOT6/7. Data yang digunakan meliputi citra Landsat 2009-2015, SPOT6/7 dan peta indikasi batas wilayah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembangunan jalan bebas hambatan Cipali telah menyebabkan konversi lahan sawah di Kabupaten Subang seluas 98,2 ha yang tersebar di sepuluh kecamatan dengan persentase tetinggi terjadi di Desa Karangmukti Kecamatan Cipeundeuy mencapai 17,8 ha (17,1%). Jika diasumsikan produktivitas rata-rata 5,6 ton dan indeks pertanaman (IP) 2 (tanam 2 kali pertahun) maka ini setara dengan penurunan produksi 1099,8 ton gabah pertahun.