Monica Purdiani
Universitas Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN MINUMAN BERKAFEIN TERHADAP POLA TIDUR DAN PENGARUHNYA PADA TINGKAH LAKU MAHASISWA/I UNIVERSITAS SURABAYA Purdiani, Monica
CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 3, No 1 (2014): CALYPTRA : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya
Publisher : University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian anak muda (remaja) banyak menggunakan kafein untukmeningkatkan performa yang dapat berdampak negatif pada pola tidur danpsikologis. Perlu disadari tidur penting untuk menjaga baik kesehatan fisik,mental, dan emosional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungankonsumsi kafein terhadap perubahan pola tidur dan pengaruhnya padaperilaku seseorang. Penelitian ini menggunakan metode cross sectionaldengan sampel sebanyak 120 mahasiswa/i dari 6 fakultas berbeda.Instrumen penelitian adalah kuesioner yang terbagi 3 aspek, yaitu datademografi mahasiswa/i Universitas Surabaya sebagai responden dan profilfrekuensi penggunaan kafein dalam seminggu, profil kebiasaan tidur, danprofil pola tidur serta perubahan tingkah laku responden. Hasil daripenelitian ini ditemukan sebagian besar mahasiswa/i Universitas Surabaya(80,83%) mengkonsumsi minuman berkafein seminggu terakhir denganalasan terbanyak adalah faktor suka (53,67%). Dari 39,17% respondenmengaku mengkonsumsi kopi saat malam menjelang ujian dan masihbanyak mahasiswa merasa kualitas tidurnya tidak cukup. Tidak terdapathubungan yang bermakna antara jenis kelamin dan beban tugas terhadapprofil konsumsi kafein. Terdapat hubungan bermakna antara respondenyang mengkonsumsi kafein dengan yang tidak terhadap semangatkerja/belajar, responden yang mengkonsumsi kafein ditemukan mempunyaisemangat kerja/belajar yang baik. Namun, konsumsi kafein jugamempengaruhi aspek psikologis penggunanya, responden yang biasamengkonsumsi kafein dan kemudian tidak minum ditemukan mengalamikecemasan, letih/lesu, dan tidak bersemangat. Diketahui pula frekuensi danjumlah konsumsi kafein juga mengambil peranan penting terhadapsemangat belajar/ kerja dan aspek psikologis ini. Sehingga konsumsi kafeinini perlu perhatian khusus.