Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR, SELF EFFICACY DAN PROFESSIONAL ETHICAL SENSITIVY TERHADAP KINERJA AUDITOR DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT SEBAGAI MODERASI Rismawati Rismawati; Lince Bulutoding; Eka Suhartini
ISAFIR: Islamic Accounting and Finance Review Vol 2 No 1 (2021): ISAFIR Volume 2 No. 1 Juni 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/isafir.v2i1.19935

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh Organizational Citizenship Behavior, Self Efficacy, dan Professional Ethical Sensitivity terhadap Kinerja Auditor dengan Employee Engangement sebagai Variabel Moderasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan populasi berasal dari auditor yang bekerja pada Inspektorat Kota Makassar. Sampel penelitian sebanyak 30 auditor yang mengembalikan kuisioner dari jumlah 35 kuisioner yang disebar. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan pemoderasi digunakan uji MRA (Moderated Regression Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji regresi berganda yang dilakukan membuktikan bahwa Organizational Citizenship Behavior, Self Efficacy, dan Professional Ethical Sensitivity berpengaruh positif dan siginfikan terhadap kinerja auditor. Pada uji regresi moderasi, ditemukan bahwa employee engangement mampu memoderasi pengaruh positif Organizational Citizenship Behavior dan Professional Ethical Sensitivity terhadap Kinerja Auditor, namun tidak mampu memoderasi pengaruh positif self efficacy terhadap Kinerja Auditor.
FESTIVAL ANAK SALEH SEBAGAI SARANA PEMBINAAN KARAKTER ISLAMI DAN PENGEMBANGAN BAKAT KEAGAMAAN ANAK DI DESA PASSENO Hamriah Hamriah; Muhammad Qayyum Al Sahhaf M; Rismawati Rismawati; Ali Zaenal Abidin Hasan; Fakhira Azizah; Muh. Alvin; Ratna Aswar; Nasrullah Nasrullah; Ahmad Yani
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 04 (2026): JULI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Festival Anak Saleh merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk mendukung pembinaan karakter Islami serta mengembangkan bakat dan kemampuan keagamaan anak-anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Passeno dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif melalui observasi, koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan perlombaan, dan pemberian penghargaan. Adapun perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba adzan, hafalan surah pendek, dan dai cilik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Festival Anak Saleh mampu meningkatkan antusiasme anak-anak dalam mempelajari ajaran Islam, mengembangkan rasa percaya diri, serta melatih keberanian tampil di depan umum. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara anak-anak, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pembinaan generasi muda yang religius. Kegiatan ini memperoleh apresiasi dari pemerintah desa dan diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan pada pelaksanaan KKN berikutnya. Dengan demikian, Festival Anak Saleh menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pembentukan karakter Islami dan pengembangan potensi anak-anak di Desa Passeno.
Fiqh al-Bī’ah and Mining Concessions: NU and Muhammadiyah’s Legal Responses Andi B. Mutmainnah Sudarmin; Ulil Amri; Riska Amelia; Rismawati Rismawati; Ajmalunnas M
Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review Vol. 4 No. 2 (2025): Parewa Saraq: Journal of Islamic Law and Fatwa Review
Publisher : MUI Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64016/parewasaraq.v4i2.49

Abstract

This study examines the responses of Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah to Government Regulation Number 25 of 2024, which grants mining concession permits to Islamic community organizations, by employing the perspective of fiqh al-bī’ah (Islamic environmental jurisprudence). Using a descriptive qualitative method with a literature-based approach, the research analyzes primary data in the form of official statements and fatwas issued by NU and Muhammadiyah, as well as secondary data from academic literature, policy documents, and studies on mining governance and environmental ethics. The findings reveal that both organizations accept the mining concession policy conditionally, emphasizing the readiness of human resources, institutional capacity, and a strong commitment to environmental protection as fundamental requirements. Their responses consistently underline that mining activities must adhere to the principles of fiqh al-bī’ah, particularly environmental stewardship, social justice, and the pursuit of public welfare (maṣlaḥah). The originality of this study lies in its integration of Islamic environmental jurisprudence with public policy analysis to assess the role of religious mass organizations in extractive industry governance. The study implies that Islamic organizations can function as moral and ethical agents in promoting environmentally responsible mining practices, while also highlighting the importance of embedding Islamic environmental values within natural resource management policies in Indonesia.