JM Tedjawati
Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang Kemdiknas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Lesson Study: Kasus Di Kabupaten Bantul JM Tedjawati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 17 No. 4 (2011)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v17i4.43

Abstract

The purpose of this writing is find out about the implementation of lesson study program, especially in terms of: 1) The implementation of lesson study program, 2) The role of school principals and heads of education offices in the implementation of lesson study program, and 3) The impact of the implementation of lesson study program. It’s objective is to address the problems being faced today, to what extent the implementation of lesson study can be applied in the classroom and the impact of the lesson study program. Analysis findings show that: 1) Lesson study program can be implemented because of the support of cooperation between teachers, principals, and the role of coordinator in preparing the program. For teachers, the program is very useful in the classroom, while increasing the ability of competence. Teachers are required to be able to do lesson planning, teaching practice, as well as receive input from other teachers or facilitators, or principal, 2) The existence of support from school principals and heads of education offices in lesson study program. The role of principals, among others, support in the implementation, mentoring, and financing activities of lesson study. The role of head of educational office including the provision of training and certification for teachers, approved the use of the funds for lesson study program, and 3) The impact lesson study program for teachers is the increasing ability of teachers. They are more innovative in teaching with variety in the methods and more relevant towards student’s ability. In addition, theachers quality and quantity increase in implementing the Classroom Action Research (PTK). ABSTRAKTujuan penulisan ini dimaksudkan untuk mengetahui pelaksanaan program lesson study, khususnya dalam hal: 1) Pelaksanaan program lesson study; 2) Peran kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan dalam pelaksanaan program lesson study; dan 3) Dampak pelaksanaan program lesson study. Temuan analisis ini menunjukkan bahwa:  1) Program lesson study dapat dilaksanakan karena adanya dukungan kerja sama antar guru, kepala sekolah, dan peran koordinator dalam menyusun program. Bagi guru, program ini sangat bermanfaat dalam pembelajaran di kelas, sekaligus dapat meningkatkan kemampuan kompetensinya. Guru dituntut untuk dapat melakukan perencanaan pembelajaran, mempraktikan pembelajaran tersebut, serta menerima masukan dari guru lain ataupun fasilitator atau kepala sekolahnya; 2) Adanya dukungan dari kepala sekolah dan kepala dinas pendidikan dalam program lesson study. Peran kepala sekolah antara lain dukungan dalam pelaksanaan, pendampingan, dan pendanaan kegiatan lesson study. Peran kepala dinas antara lain pemberian pelatihan dan sertifikat bagi guru, menyetujui penggunaan dana BOS untuk program lesson study; dan 3) Dampak program lesson studybagi guru adalah meningkatnya kemampuan guru. Mereka lebih inovatif dengan metode pembelajaran lebih bervariasi dan lebih relevan terhadap tingkat kemampuan siswa serta meningkatnya kualitas serta kuantitas guru dalam melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Kajian Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan JM Tedjawati
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 17 No. 5 (2011)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v17i5.53

Abstract

The purpose of this analys is to obtain information about the implementation of Special Allocation Fund (DAK) in education, in: 1) Mechanism DAK planning of Local Government; 2) channeling mechanism of DAK from Local Government; 3) Realization of DAK; 4) Implementation of monitoring and evaluation; and 5) The opinion on the administration of the DAK. The findings of this analysis are: 1) The procedure of planning implementation of DAK has made education service districts/cities in accordance with the provision of technical guidance; 2) The distribution of DAK in accordance with the procedure through three stages; 3) In some districts/cities in 2010 the implementation of DAK experience delays because of changes in the implementation of self-managed way into the auction process; 4) Monitoring and evaluation conducted by the education office DAK district/city, but checks/audits conducted by the Inspectorate General of Ministry of National Education and the Regional Monitoring Agency (BAWASDA); 5) DAK self-managed way is considered more beneficial for the schools because of the use of DAK is more flexible than an auction company that conducted the auction winner. ABSTRAKTujuan dari kajian ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan, dalam hal: 1) Mekanisme perencanaan DAK dari Pemerintah Daerah; 2) Mekanisme penyaluran DAK dari Pemerintah Daerah; 3) Realisasi DAK; 4) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi; dan 5) Pendapat daerah tentang penyelenggaraan DAK. Hasil temuan kajian ini: 1) Mekanisme perencanaan sesuai dengan ketentuan petunjuk teknis; 2) Mekanisme penyaluran DAK sesuai dengan prosedur melalui tiga tahap; 3) Relaisasi pelaksanaan DAK tahun 2010 di beberapa kabupaten/kota mengalami keterlambatan karena adanya perubahan penyelenggaraan dari cara swakelola menjadi proses lelang; 4) Monitoring dan evaluasi DAK dilakukan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota, tetapi pemeriksaan/audit dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional dan Badan Pengawasan Daerah (BAWASDA); dan 5) Penyelenggaraan DAK dikelola dengan cara swakelola dianggap lebih menguntungkan bagi sekolah karena penggunaan DAK lebih luwes dibandingkan dengan lelang yang dilakukan perusahaan pemenang lelang.