Dedi Heryadi
Dosen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN KARYA SASTRA BERDASARKAN PERSPEKTIF FEMINISME SEBAGAI PIJAKAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN SASTRA YANG BERORIENTASI GENDER Dedi Heryadi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 13 No. 68 (2007)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v13i68.400

Abstract

Gerakan kaum wanita dalam menentang paham patriarkhi terus bergejolak melalui berbagai aktivitas kehidupan sosial. Salah satu hal yang cukup menarik yaitu munculnya gerakan kaum wanita dalam menentang paham patriarki melalui sorotan pada karya sastra. Mereka memandang bahwa karya sastra merupakan cerminan kehidupan sosial pada latar di mana karya sastra itu dilahirkan. Model gerakan ini tampaknya sangat efektif dalam upaya menyadarkan semua pihak untuk memahami dan mengaplikasikan dalam kehidupan bahwa masalah gender bukanlah alat untuk memilah kaum lemah dan kuat melainkan suatu kodrati yang harus menjadi dasar hidup saling membutuhkan dan berperan secara proporsional. Salah satu kasus karya sastra yang cukup menarik dikaji berdasarkan perspektif feminisme adalah novel berjudul "Women at Point Zero" karya seorang sastrawan wanita Mesir yang bernama Nawal el-Sadawi. Novel ini menggambarkan fenomena kehidupan wanita sebagai korban paham patriarkhi. Bagi dunia pembelajaran sastra hasil kajian model ini sangat bermanfaat baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis hasil kajian ini bermanfaat sebagai pemerkaya teori sastra yang sudah ada dan secara praktis (khusus untuk pengajaran sastra) dapat dijadikan pola dan pijakan pengembangan model pembelajaran sastra yang berorientasi pada penumbuhan sikap kesadaran pembelajar dalam menghadapi isu-isu gender yang sedang merebak dalam kehidupan umat manusia saat ini.