Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CHARACTER EDUCATION THROUGH CORRECTIO FRATERNA (A CASE STUDY AT MIDDLE SEMINARY OF ST. YOHANES PAULUS II LABUAN Kristoforus Ramlino; Maria Dominika Niron
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.273 KB) | DOI: 10.24832/jpnk.v5i1.1562

Abstract

Program pendidikan di Seminari Menengah St. Yohanes Paulus II menekankan pada aspek sanctitas (kekudusan), Scientia (pengetahuan), Sapientia (kebijaksanaan), sanitas (kesehatan) dan Solidaritas. Untuk mencapai semua aspek tersebut, correctio fraterna menjadi salah satu program pendidikan di seminari yang khas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan correctio fraterna di Seminari Menengah St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo dapat menunjang pendidikan karakter seminaris. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi kasus tunggal. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa correctio fraterna menjadi kegiatan wajib dalam program pendidikan di Seminari Menengah St. Yohanes Paulus II. Kegiatan ini dilakukan dalam kelompok kecil yang beranggotakan 5-6 orang. Setiap anggota di dalam kelompok saling memberikan koreksi satu dengan yang lainnya, berkaitan dengan beberapa aspek pembinaan di seminari, seperti kerohanian, intelektual, kesehatan, kedisiplinan, kerja dan olahraga, relasi sosial, dan pelayanan. Nilai-nilai karakter peserta didik yang dapat dibangun dari kegiatan ini adalah kejujuran, tanggung jawab, kerendahan hati, keterbukaan, dan tanggung jawab. Kegiatan ini juga merupakan faktor penunjang bagi formator dalam mengukur keberhasilan peserta didik. Kajian ini menyimpulkan bahwa correctio fraterna dapat menunjang pembentukan karakter seminaris, sesuai dengan semangat kurikulum seminari dan Kurikulum 2013. The educational program in the Minor Seminary St. Yohanes Paul II emphasizes the aspects of sanctitas (holiness), scienta (knowledge), sapientia (wisdom), sanitas (health) and solidarity. In achieving all these aspects, correctio fraterna becomes one of the typical seminary education programs. This study aims to determine how the activities related to correctio fraterna in Middle Seminary of St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo, can support seminarian character education. The research method is descriptive qualitative, with a single case study approach. The techniques used in collecting data are interviews, observation and document study. The results showed that correctio fraterna became a mandatory activity in the educational program in the St. Yohanes Paul II Middle Seminary. This activity is carried out in a small group of 5-6 people. Each member in the group provides correction (criticism) with one another, relating to several aspects of coaching in the seminary, such as spirituality, intellectual, health, discipline, work and sports, social relations, and service. The character values of students that can be built from this activity are honesty, responsibility, humility, openness, and responsibility. This activity is also a supporting factor for the formator in measuring student success. This study concludes that correctio fraterna can support the formation of seminarian characters, in accordance with the spirit of the seminary curriculum and the 2013 Curriculum.
WUAT WA’I: MODEL GOTONG-ROYONG MASYARAKAT MANGGARAI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI Fransiskus Seda; Maria Dominika Niron
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i1.1864

Abstract

Kekurangan biaya adalah salah satu penyebab utama rendahnya partisipasi masyarakat dalam melanjutkan studi pada tingkat pendidikan tinggi. Masyarakat Manggarai mengenal salah satu bentuk kearifan lokal dalam mengatasi persoalan pembiayaan pendidikan. Wuat Wa’i adalah satu bentuk gotong royong dalam mendapatkan pembiayaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Wuat Wa’i sebagai bentuk gotong royong masyarakat Manggarai dalam upaya mendukung pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan naratif untuk menggali peristiwa dan cerita yang terjadi di tempat penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk gotong royong dalam Wuat Wa’i adalah mengumpulkan dana untuk pendidikan dan memberi sumbangan moril berupa do’a dan nasihat berbasis budaya.