This Author published in this journals
All Journal Jurnal Paedagogy
Ni Ketut Alit Suarti
Program Studi Bimbingan dan Konseling, FIP IKIP Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BERMAIN PUZZLE MEMUPUK SIKAP KEMANDIRIAN PADA ANAK USIA DINI Ni Ketut Alit Suarti
Jurnal Paedagogy Vol 2, No 1: April 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v2i1.3044

Abstract

Early childhood is a child aged 0-6 years who is undergoing a process of rapid development and is fundamental to the next life. For early childhood, play is a world to get pleasure and through play it can accumulate all aspects of child development, be it cognitive, physical motor, social emotional, language, and moral values. In playing children using media, one of them is puzzle media, so it is called puzzle playing. Playing puzzles is a fun activity that is done voluntarily using pieces of pictures that are strung together to form a particular shape or picture. The benefits of playing puzzles are training children to solve problems, develop eye and hand coordination, develop children's motor skills, develop cognitive skills, train patience, train children to explore, and train children to be independent not dependent on friends. In playing puzzles, children must be disciplined in placing pieces of pictures or shapes and commit to placing them in the right place. Basic discipline and commitment to form an attitude of independence. Independence is a state of attitude that a person can stand alone without depending on others. Children who have an independent attitude can be seen from children being able to think critically, creatively and innovatively, not easily influenced by other people's opinions, not running away or avoiding a problem, able to solve problems by thinking deeply, not feeling inferior, trying to work with is full of diligence and discipline, and is responsible for his actions. Children who are successful in playing puzzles will tend to want to try or repeat with other shapes even using more difficult pieces, and so on and unconsciously the child plays with an independent attitude, meaning that the child doesn't want to be helped to finish the game. An attitude of independence needs to be nurtured from an early age in order to prepare reliable human resources in the future to achieve a happy, prosperous and prosperous society.
BERMAIN BUAH ANGGUR SAMBIL BELAJAR BERHITUNG PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Ni Ketut Alit Suarti
Jurnal Paedagogy Vol 5, No 1 (2018): JURNAL PAEDAGOGY (April 2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v5i1.2588

Abstract

Beberapa hak anak yang merlu mendapat perhatian adalah hak untuk hidup dan memperoleh pendidikan yang layak serta mempunyai kesempatan bermain yang cukup karena dunia anak adalah bermain. Bermain merupakan motivasi intrinsik, menyenangkan, fleksibel, pemain menyadari apa yang sedang terjadi, membutuhkan aktivitas verbal, mental atau fisik, dan anak dapat memilih jenis bermain secara bebas yang diinginkan. Manfaat bermain diantaranya adalah anak menjadi senang, menambah pengetahuan, menstimulasi semua aspek-aspek perkembangan anak seperti aspek kognitif, sosial emosional, fisik motorik, bahasa, dan nilai-nilai moral. Secara umum bentuk bermain yaitu: bermain sosial, bermain sosiodramatis, dan  bermain dengan benda. Bermain dapat menggunakan benda yang ada di sekitar anak, salah satunya adalah buah anggur. Buah anggur disamping enak untuk dimakan juga dapat digunakan untuk bermain sambil mengenalkan berhitung dengan konsep angka, geometri, ukuran, membandingkan, pola, dan mengklasifikasikan. Para orangtua, guru, orang dewasa di sekitar anak, dan para pengasuh mempunyai peran yang sangat besar untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh anak dengan memberikan kesempatan untuk bermain dengan berbagai media termasuk buah anggur sambil belajar berhitung dengan beberapa prinsip yaitu: a) dimulai dari menghitung benda, b) berhitung dari yang lebih mudah ke yang sulit, c) anak berpartisispasi aktif dan adanya rangsangan untuk menyelesaikan masalah sendiri, d) suasana yang menyenangkan, e) bahasa yang sederhana dan menggunakan contoh-contoh, f) anak dikelompokan sesuai dengan tahapan berhitungnya, dan g) evaluasi dari awal sampai akhir kegiatan. Dengan media buah anggur anak belajar menghitung dari 1 – 20, buah anggur juga dapat digunakan untuk membuat  bentuk geometri dasar seperti: lingkaran, segi tiga, dan segi empat, belajar mengurut berdasarkan warna seperti merah, hijau, merah, hijau, merah dan seterusnya, anak dapat mencoba mengelompokan antara anggur yang berwarna merah dengan yang berwarna hijau, atau juga mengelompokan yang besarnya hampir sama.