Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN AUTOMATIC TELLER MACHINE (ATM) TERHADAP KEPUASAN NASABAH BANK MANDIRI KANTOR CABANG PEMBANTU (KCP) POLEWALI MANDAR KECAMATAN WONOMULYO Muhammad Muzani Zulmaizar
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 4, No 1 (2019): J-Alif, Volume 4 , Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.919 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v4i1.539

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana mengetahui kualitas pelayanan Automatic Teller Machine (ATM) terhadap kepuasan nasabah Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Polewali Mandar, Kecamatan Wonomulyo dan Mengetahui bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Polewali Mandar, Kecamatan Wonomulyo. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah nasabah Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) polewali mandar, Kecamatan Wonomulyo. selanjutnya metode pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, angket. kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Automatic Teller Machine (ATM) sangat berpengaruh terhadap kepuasan nasabah berdasarkan angket yang diisi oleh nasabah Bank Mandiri berjumlah 60 nasabah dari populasi 600 nasabah, dalam melakukan transaksi mengunakan layanan mesin ATM untuk penarikan tunai dalam jumlah tertentu, ganti PIN, pembayaran, informasi saldo dan trasfer pada Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu Polewali Mandar, Kecamatan Wonomulyo. Metode sampel yang digunakan adalah metode Purposive sampling yaitu 10% dari jumlah populasi  Implikasi pada penelitian ini adalah 1. Bagi Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Wonomulyo meningkatkan kualitas layanan segala transaksi khususnya pada mesin ATM. Agar mempermudah  nasabah dalam melakukan segala jenis transaksi pelayanan ATM yang kurang memadai. Dan memperbanyak adanya mesin ATM pada tempat-tempat umum yang banyak dikunjungi oleh nasabah. 2. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat mengembangkan penelitian dengan menambah variabel yang dapat mempengaruhi kepuasaan Nasabah Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Wonomulyo.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM OPERASIONAL SIMPAN PINJAM DI KOPERASI MITRA DUAFA KELURAHAN POLEWALI KECAMATAN POLEWALI Narti S; Muhammad Nuzur; Muhammad Muzani Zulmaizar
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 4, No 1 (2022): Peqguruang, Volume 4, No.1, Mei 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v4i1.2156

Abstract

 Fokus pada penelitian ini adalah sistem operasianal yang berlaku pada simpan pinjam koperasi mitra dhuafa dan presspektif hukum Islam yang memandang tentang cara yang digunakan dalam operasional koperasi simpan pinjam mitra dhuafa yang ada di Kelurahan Polewali Kecamatan Polewali.  Jenis penelitian  yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan mngedapankan pelaku turun langsung kelapangan untuk memperoleh data dengan lokasi penelitian mitra dhuafa yang ada di Kelurahan Polewali Keacamatan Polewali. Sumber data yang digunagan adalah sumber data primer dan sumber sekunder. Dengan tehnik pengolahan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data menggunakan trigulasi yaitu membandingkan teori dengan temuan peneliti di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi simpan pinjam Mitra Dhuafa Polewali ini salah satu usahanya adalah simpan pinjam, dengan jasa pinjaman bersifat tetap perbulan sebesar 25%, diperuntukan bagi gaji para karyawan, jenis pinjaman yang diberikan hanya terbatas pada pinjaman produktif, yaitu pinjaman yang digunakan untuk usaha bukan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang sifatnya konsumtif. Tinjauan Hukum Islam terhadap Sistem Operasional Simpan Pinjam Mitra Dhuafa Kelurahan Polewali Kecamatan Polewali adalah haram, karena praktek simpan pinjam yang dijalankan belum sesuai dengan hukum Islam karena didalam prakteknya masih terdapat bunga yaitu 25% yang menjadi unsur riba nasiah yang diharamkan, dan melakukan dua akad dalam satu transaksi, di dalam Hukum Islam larangan melakukan dua akad dalam satu transaksi jelas diharamkan dalam Islam. Subtansi dari haramnya melakukan dua akan dalam satu transaksi berdasarkan hadis Ibnu Mas’ud adalah untuk menghindari ketidak jelasan harga yang dapat merugikan salah satu pihak yang bertransaksi. Implikasi penelitian ini kepada koperasi mitra dhuafa hendaknya memperbaiki manejemen organisasinya dan dalam memberi pinjaman hendaknya mengambil keuntungan tidak terlalu tinggi.