Ujang Yosep Ayubi
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN TANGGUNG JAWAB STUDI MELALUI BIMBINGAN KONSELING ISLAM PENDEKATAN TEKNIK SELF MANAGEMENT Ujang Yosep Ayubi
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.131 KB) | DOI: 10.15575/alisyraq.v2i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses  dan hasil akhir Bimbingan Konseling Islam melalui Tekhnik Self Management untuk meningkatkan tanggung jawab studi. Manfaat Penelitian secara teoritis, sebagai pengkajian terhadap Bimbingan Konseling Islam melalui Tekhnik Self Management untuk meningkatkan tanggung jawab studi pada Mahasiswa UIN Bandung diharapkan dapat berguna dan dapat menambah wawasan dalam bidang Konseling Islam dan Komunikasi pada umumnya serta Jurusan Bimbingan Konseling Islam Khususnya. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam pengembangan ilmu dakwah, khususnya melalui pendekatan Bimbingan Konseling Islam dan juga informasi tersebut diharapkan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dalam rangka konseling islam. Dalam penelitian  ini  peneliti  menggunakan  pendekatan  kualitatif, yang mana pendekatan kualitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistic dengan cara deskripsi  dalam  bentuk  kata-kata  dan  bahasa,  pada  suatu  konteks khusus  yang  alamiah  dan  dengan  memanfaatkan  berbagai  metode ilmiah dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan konseli merasa lebih merasakan hidup sehat, konseli merasa mempunyai waktu yang cukup. Waktu yang cukup itu dipergunakan konseli untuk belajar. Akan tetapi konseli tidak meninggalakan organisasinya, hanya saja konseli meminimalisir kegiatan di teaternya. Dengan meminimalisir kegiatan tersebut, konseli mempunyai waktu yang cukup untuk istirahat dan belajar. Konseli merasakan sudah tidak terbengkalai dalam mengerjakan tugas.
PENINGKATAN TANGGUNG JAWAB STUDI MELALUI BIMBINGAN KONSELING ISLAM PENDEKATAN TEKNIK SELF MANAGEMENT Ujang Yosep Ayubi
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v2i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses  dan hasil akhir Bimbingan Konseling Islam melalui Tekhnik Self Management untuk meningkatkan tanggung jawab studi. Manfaat Penelitian secara teoritis, sebagai pengkajian terhadap Bimbingan Konseling Islam melalui Tekhnik Self Management untuk meningkatkan tanggung jawab studi pada Mahasiswa UIN Bandung diharapkan dapat berguna dan dapat menambah wawasan dalam bidang Konseling Islam dan Komunikasi pada umumnya serta Jurusan Bimbingan Konseling Islam Khususnya. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam pengembangan ilmu dakwah, khususnya melalui pendekatan Bimbingan Konseling Islam dan juga informasi tersebut diharapkan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dalam rangka konseling islam. Dalam penelitian  ini  peneliti  menggunakan  pendekatan  kualitatif, yang mana pendekatan kualitatif adalah penelitian yang dilakukan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian secara holistic dengan cara deskripsi  dalam  bentuk  kata-kata  dan  bahasa,  pada  suatu  konteks khusus  yang  alamiah  dan  dengan  memanfaatkan  berbagai  metode ilmiah dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan konseli merasa lebih merasakan hidup sehat, konseli merasa mempunyai waktu yang cukup. Waktu yang cukup itu dipergunakan konseli untuk belajar. Akan tetapi konseli tidak meninggalakan organisasinya, hanya saja konseli meminimalisir kegiatan di teaternya. Dengan meminimalisir kegiatan tersebut, konseli mempunyai waktu yang cukup untuk istirahat dan belajar. Konseli merasakan sudah tidak terbengkalai dalam mengerjakan tugas.