Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Amerta

PANDANGAN MASYARAKAT JAWA TENTANG PERKAWINAN DARI MASA JAWA KUNA HINGGA KINI (BERDASARKAN KARYA SASTRA DAN RELIEF) Sukawati Susetyo
AMERTA Vol. 22 No. 1 (2002)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMUKIMAN DI LINGKUNGAN BIARO (STUDI TERHADAP BIARO MANGALEDANG, PADANG LAWAS) (THE SETTLEMENT WITHIN THE BIARO AREA (A STUDY ON BIARO MANGALEDANG AT PADANG LAWAS)) Sukawati Susetyo
AMERTA Vol. 24 No. 1 (2006)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Biaro Mangaledang merupakan salah satu bagian dari percandian Padang Lawas yang secara administrasi berada di Dusun Torna Tambang, Desa Mangaledang Godang, Kecamatan Portibi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebagai sebuah bangunan pemujaan yang difungsikan pada sekitar abad ke 11-14 tentu saja ada yang mengelola bangunan tersebut yaitu merawat dan menggunakannya. Untuk itulah dalam tulisan ini dicoba mencari tahu apakah ada permukiman kuna di lingkungan biaro. Berdasarkan hasil test-pit di beberapa lokasi yang diduga sebagai tempat bermukim ditemukan indikasi adanya permukiman yang sejaman dengan Biaro Mangaledang berupa fragmen keramik Cina abad ke-10-14 M, yaitu dari masa Dinasti Song abad ke-10- 13 M serta Dinasti Yuan abad ke-13-14 M. Namun demikian karena lokasi temuan berada sangat dekat dengan Sungai Sirumambe (berjarak 50 meter) masih diragukan apakah artefak tersebut in-situ. Keraguan didasarkan pada lapisan tanah berupa hamparan kerakal menyerupai bekas sungai (lama?), yang menimbulkan dugaan bahwa artefak tersebut terbawa oleh banjir. Tulisan ini belum dapat menyimpulkan siapa yang bermukim di lokasi tersebut, hanya dapat memberikan gambaran bahwa permukiman kuno di sekitar Biaro Mangaledang memang ada. ABSTRACT. The Settlement within the Biaro Area (A Study on Biaro Mangaledang at Padang Lawas). Mangaledang biaro is a sanctuary building that was used in 11-14th century AD. The biaro was a part of Padang Lawas temples that is administratively located at Dusun Torna Tambang, Desa Mangaledang Godang. Kecamatan Portibi in South Tapanuli. In this paper, it would be analyzed the correlation between the ceramic- earthenwares found with the possibility of people living according to the test-pit in the vicinity of the biaro. The ceramics are known from Yuan and Song Dynasty from China in the same century era as the biaro, 10-13th AD and 13-14th AD respectively. Due to the fact that the location of artefacts found were near to the Sirumambe river, which is about 50 meters from the biaro, and the other facts which indicated of flood. This research it is still hard to conclude if there were people living around the biaro.
PERIODESASI CANDI SIMANGAMBAT: Tinjauan Terhadap Beberapa temuan ragam hias Candi Sukawati Susetyo
AMERTA Vol. 29 No. 2 (2011)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Candi Simangambat merupakan suatu candi yang terletak di bagian Selatan Provinsi Sumatera Utara yang kondisinya sudah runtuh. Beberapa artefak yang ditemukan baik dari hasil penggalian maupun yang sudah berada di permukaan tanah yaitu batu-batu berbentuk kala; makara; batu berelief guirlande, gapa, pilar dan motif kertas tempel; menunjukkan kemiripan dengan artefak dari candi-candi zaman Mataram Kuna. Berdasarkan hal itu maka diduga bahwa Candi Simangambat dibangun sezaman dengan candi-candi dari jaman Mataram Kuna. Kata kunci: Periodisasi Candi Simangambat, Ragam Hias Candi Abstract. Periodization of Simangambat Temple: A Review on Some Temple Ornaments. Simangambat Temple is the ruin of a temple which is located in the southern part of North Sumatra Province. Some artefacts found during ground surveys and excavations vary from kala-shaped stones, makara, guirlande reliefs, garia, pillars, and 'kertas tempel' motifs. These findings show similarities to the artefacts found in the temples from Old Mataram era; hence it can be concluded that Simangambat Temple might have been built in the same period as the temples of Old Mataram era. Keywords: Periodization of Simangambat Temple, temple ornamental
REINTERPRETASI PERTANGGALAN RELATIF EMPAT ARCA BATU KOLEKSI MUSEUM NASIONAL INDONESIA Ashar Murdihastomo; Sukawati Susetyo
AMERTA Vol. 39 No. 2 (2021)
Publisher : Penerbit BRIN (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Reinterpretation of The Relative Date of The Four Stone Sculptures Collection of The National Museum of Indonesia. The results of research on the art style of the Kāḍiri period statues in 2020 show that four statues have been identified as requiring renewal. The information in question is related to the relative dating of the statue. The information written on the museum's information label for the four statues comes from the XI-XII centuries AD. However, when examined based on the art style of the statues, the four have younger characteristics. Therefore, the question arises, what are the characteristics of the sculptures from the four statues in the collection of the National Museum of Indonesia, and when is the relative date indicated by the art style of the statues? This study aimed to determine the art style of the four statues from the collection of the Indonesian National Museum and provide new information on the chronology of the time of the statues. This study uses a qualitative approach based on the descriptive-explanative principle in conducting the analysis using the principles of iconography and ancient sculpture art styles. The results obtained indicate that the four statues have two sculpture characters, namely the Majapahit era and the late Majapahit period, with a relative date range of the XIV-XV centuries AD. Abstrak. Hasil penelitian tentang gaya seni arca masa Kāḍiri tahun 2020 memperlihatkan ada empat arca yang teridentifikasi memerlukan pembaruan. Informasi yang dimaksud terkait dengan pertanggalan relatif arca. Keterangan yang tertulis pada label informasi museum keempat arca tersebut berasal dari abad XI--XII Masehi. Namun, apabila dikaji berdasarkan gaya seni arcanya, keempatnya memiliki ciri yang lebih muda. Oleh karena itu, muncul pertanyaan apakah ciri seni arca dari empat arca koleksi Museum Nasional Indonesia tersebut dan kapan pertanggalan relatif yang ditunjukkan oleh gaya seni arca itu? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya seni arca keempat arca koleksi Museum Nasional Indonesia dan memberikan informasi baru terhadap kronologi waktu arca tersebut. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada prinsip deksriptif-eksplanatif. Dalam melakukan analisis menggunakan prinsip ikonografi dan gaya seni arca kuno. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa keempat arca tersebut memiliki dua karakter seni arca, yaitu masa Majapahit dan masa akhir Majapahit dengan kisaran pertanggalan relatif abad XIV-XV Masehi.