This Author published in this journals
All Journal KALPATARU Amerta
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktualisasi Hasil Penelitian Arkeologi di Maluku Refleksi Arkeologi Maluku Tentang Pluralisme, Integrasi Sosial, Demokrasi, Dan Kedaulatan Bangsa. Wuri Handoko
KALPATARU Vol. 21 No. 2 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v21i2.119

Abstract

Ada pelajaran berharga untuk bangsa ini tentang pemahaman atas pluralisme, demokrasidan integritas kebangsaan yang sesungguhnya menjadi identitas nasional bangsa kita. Fenomena kebudayaan masa lampau yang dapat kita jamah melalui bukti-bukti tinggalan arkeologi, nilainilaifilofosis dan budaya yang telah kita interpretasikan sesungguhnya mampu menjadi jembatan reintegrasi sosial sebagai bagian dalam membangun kedaulatan bangsa. Maluku, sebagai wilayah yang masyarakatnya majemuk dan pernah memiliki pengalaman pahit konflik sosial, adalah wilayah dengan potensi arkeologi yang berlimpah, dan dari yang berlimpah itu masih sebagian kecil saja yang sudah terungkap. Dari kecilnya data arkeologi yang terungkap, ternyata meyimpan makna dan nilai-nilai humanisme, pluralisme, demokrasi, yang telah berurat berakar yang bisa menjadi media membangun kemanusiaan yang lebih beradab, perdamaian, toleransi, persaudaraan, yang meskipun sempat tercerabut, tidak sampai merusak akarnya, yang jika ditanam kembali dengan baik, mampu bertumbuh dan berkembang sebagai modal membangun peradaban bangsa yang lebih maju dan bermartabat. Abstract. There is a valuable lesson for this nation about the understanding of pluralism, democracy, and national integrity, which are actually the national characteristics of our nation. The phenomenon of past culture that we can obtain through archaeological evidences, philosophical and cultural values that we have interpreted can serve as the bridge of social re-integration as part of our effort to build national sovereignty. The Moluccas, as an area with multi-dimensional communities and has unfortunately experienced social conflicts, is an area with abundant archaeological potencies. Out of the abundant potencies, only a small part has been revealed, and it contains meanings and values of humanism, pluralism, and democracy, which are deeply rooted and can be used as the media to build more civilized humanity, peace, tolerance, and brotherhood, which had been once destroyed although not entirely perished and if we rebuild them they will grow and flourish as the base to establish more advanced and dignified national civilization.
PEMUKIMAN TERBUKA DAN SISTEM PENGUBURAN MASYARAKAT KUNO DI WILAYAH SITUS HATUSUA, PESISIR PANTAI SERAM BAGIAN BARAT Wuri Handoko
AMERTA Vol. 28 No. 1 (2010)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Situs permukiman Hatusua, merupakan salah satu situs permukiman terbuka yang dalam masyarakat lokal disebut sebagai negeri lama. Situs negeri lama ini merupakan situs pertama yang ditemukan di pesisir pantai dalam sejarah penelitian situs negeri lama yang biasanya ditemukan di pegunungan. Indikasi permukiman dengan ditemukanya sebaran gerabah yang sangat padat dan keramik asing serta adanya unsur religi dengan ditemukanya dolmen di pusat kampung. Selain itu, ditemukan pula rangka manusia dengan bekal kubur pertama kali di wilayah Maluku. Dari data ini menunjukan kompleksitas budaya masyarakat pendukungnya baik tentang bentuk-bentuk aktifitas maupun konsep religi yang dianut. Kata kunci: permukiman, aktifitas, sistem penguburan, religi ABSTRACT. Open Settlement And Burial System Of The Ancient Community Within The Area Of Hatusua Site In The West Coast Of Seram Island Hatusua settlement site, is one of open settlement sites in the local community known as the negeri lama. the site of this negeri lama is the first site fount in the coastal areas in the country long history of research sites that are usually found in the mountains. Indications settlement with the discovery of a very dense distribution of pottery and ceramics and the presence of foreign religious elements with the discovery of the dolmen in the center of the village. In addition to the human skeleton was found also with the new grave that also was first discovered in the Maluku region. From these data indicate the complexity of supporting community cultural well of activities and forms of religious concepts adopted. Keywords: settlement, activity, burial systems, religious