Marlin Tolla
Balai Arkeologi papua

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MOTIF HIAS PADA ARSITEKTUR BANGUNAN PENINGGALAN ZENDING DI PULAU ROON DAN WASIOR, KABUPATEN TELUK WONDAMA, PROVINSI PAPUA BARAT Marlin Tolla
KALPATARU Vol. 27 No. 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v27i2.456

Abstract

Abstrak. Misionaris yang bergabung dalam perkumpulan Zending Ultrecht untuk Misi Kristen Protestan (UZV) melakukan pengenalan agama Kristen Protestan di daerah Mansinam dan daerah sekitar unik yang diaplikasikan pada bagian tertentu pada bangunan yang ada. Tulisan ini bertujuan mengekplorasi  dan mengetahui makna dari arsitektur bangunan, dalam hal ini motif hias yang diterapkan pada bangunan yang didirikan oleh zending dalam misi kristiani yang dilakukan di daerah Roon dan Wasior. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif  dengan menggunakan data etnografi yang diperoleh melalui studi pustaka. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bangunan peninggalan yang ada di kedua daerah ini menggunakan bahan yang sesuai dengan iklim setempat, sedangkan motif yang diterapkan sangat kuat dipengaruhi oleh budaya adat Saireri. Adopsi budaya lokal pada motif bangunan dimotivasi oleh nilai luhur yang terkandung dalam motif tersebut yang selanjutnya diaplikasikan pada bangunan sebagai pengingat untuk tetap dipedomani oleh masyarakat pada masa lalu.Kata Kunci: Zending, Motif hias, Pekabaran Injil, Roon dan Wasior  Abstract. Ultrecht Protestant Mission Union (UZV), also known as Zending Ultrecht, is group of missionaries of Dutch government who did evangelism in Mansinam and its surrounding areas in Cenderawasih Bay. Architectures built for the mission can be found in this area, including in Roon and Wasior. This paper aims to explore the history of Christianity in Roon and Wasior areas reflected in materials used for the construction as well as the architecture ornaments. The descriptive method and literature-based ethnography study were applied in this study to explain the meaning of the ornaments and the influence of local cultures to the colonial legacy. The results shows that the local culture, Saireri, strongly influenced the variety of ornaments used in the architectures. Another factor is adaptation with local climate that can be seen from its building materials. The use of local culture was to serve as life guidance by the community.Keywords: Zending, decorative ornaments, Christianity, Roon and Wasior
MENJAJAKI KEBERADAAN Saccharum Spp DI PAPUA MELALUI PENDEKATAN ARKEOLOGI (Exploring the Existence of Saccharum spp In Papua through archaeological approach) Marlin Tolla
Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat Vol. 8 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : BALAI ARKEOLOGI PAPUA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3958.677 KB) | DOI: 10.24832/papua.v8i2.183

Abstract

This paper aims to propose a discussion about the existence of Saccharum spp in Papua which is based on archaeological and ethnographic study. The academic discipline such as literary studies, archaeology, ecology etc been so intensely involved in answering the question about the origins of Saccharum spp. Unpublished research together with some previously published results also etnography data is provide in this paper to explore the possibility and an explanation of cultural process especially the the influence of the Hobcene period in the introduction for the growth of plants, such as Saccharum spp. it is concluded that Papua has long played a key role in the development of plants including Saccharum spp. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mendlskusikan mengenai keberadaan jenis Saccharum.spp di Papua yang didasarican pada data arkeologi dan juga data etnografi. Penelitian mengenai Saccharum spp telah lama menjadi bahan penelitian oleh beberapa disiplin ilmu seperti: arkeologi, lingkungan, bahasa dan lain sebagainya telah sangat aktif dalam menjawab berbagai macam pertanyaan terutama terkait dengan asai usul dari tanaman Saccharum spp. Adapun data yang diulas dalam tuiisan ini yakni berasal dari beberapa tulisan baik itu yang pemah dipublikasikan, tulisan yang tidak dipublikasikan dan juga tidak tertinggal data etnografl. Data-data ini dlmaksudkan untuk memberikan penjeiasan serta kemungkinan atas prosea budaya dari tumbuhan termasuk Saccharum spp baik yang ditemukan dalam situs-situs arkeologi maupun yang digunakan dalam suku-suku yang ada di Papua sekarang ini. Kesimpulan yang ditarik dalam tulisan ini adalah adanya kemungkinan yang menjelaskan tentang peranan Papua pada masa lalu sebagai tempat asal tumbuh kembangnya beberapa jenis tumbuhan termasuk Saccharum spp. 
MOTIF HIAS PADA ARSITEKTUR BANGUNAN PENINGGALAN ZENDING DI PULAU ROON DAN WASIOR, KABUPATEN TELUK WONDAMA, PROVINSI PAPUA BARAT Marlin Tolla
KALPATARU Vol. 27 No. 2 (2018)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ultrecht Protestant Mission Union (UZV), also known as Zending Ultrecht, is group of missionaries of Dutch government who did evangelism in Mansinam and its surrounding areas in Cenderawasih Bay. Architectures built for the mission can be found in this area, including in Roon and Wasior. This paper aims to explore the history of Christianity in Roon and Wasior areas reflected in materials used for the construction as well as the architecture ornaments. The descriptive method and literature-based ethnography study were applied in this study to explain the meaning of the ornaments and the influence of local cultures to the colonial legacy. The results shows that the local culture, Saireri, strongly influenced the variety of ornaments used in the architectures. Another factor is adaptation with local climate that can be seen from its building materials. The use of local culture was to serve as life guidance by the community. Misionaris yang bergabung dalam perkumpulan Zending Ultrecht untuk Misi Kristen Protestan (UZV) melakukan pengenalan agama Kristen Protestan di daerah Mansinam dan daerah sekitar unik yang diaplikasikan pada bagian tertentu pada bangunan yang ada. Tulisan ini bertujuan mengekplorasi dan mengetahui makna dari arsitektur bangunan, dalam hal ini motif hias yang diterapkan pada bangunan yang didirikan oleh zending dalam misi kristiani yang dilakukan di daerah Roon dan Wasior. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan data etnografi yang diperoleh melalui studi pustaka. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bangunan peninggalan yang ada di kedua daerah ini menggunakan bahan yang sesuai dengan iklim setempat, sedangkan motif yang diterapkan sangat kuat dipengaruhi oleh budaya adat Saireri. Adopsi budaya lokal pada motif bangunan dimotivasi oleh nilai luhur yang terkandung dalam motif tersebut yang selanjutnya diaplikasikan pada bangunan sebagai pengingat untuk tetap dipedomani oleh masyarakat pada masa lalu.