Dwi Kurnia Sandy
Komunitas Malam Museum

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keterlibatan Komunitas Penggiat Budaya dalam Mengomunikasikan Nilai Srawung Berdasarkan Relief Candi Salma Fitri Kusumastuti; Yustina Dwi Stefanie; Dwi Kurnia Sandy
KALPATARU Vol. 29 No. 2 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/kpt.v29i2.665

Abstract

Abstract. The value of srawung in Javanese society are slowly dying because of modernization. This value is related to harmony and respect to others, as can be seen in Ramayana reliefs from Candi Prambanan. Reliefs in the temple have been analysed by archaeologists through many researches and scientific books but at times, they are unable to deliver and communicate the value of srawung well. This research studied about how the heritage community conveys some research reports which contain important values to pursue a new relevant way of communicating its substantial value. The heritage community is partner to archaeologists, and also a part of society. So, with a role of heritage community, the value of srawung will be easily received by the people. Keywords: Ramayana Relief, Srawung, Heritage Community Abstrak. Di era modern ini nilai-nilai srawung yang berkaitan dengan kerukunan dan sikap saling menghormati sudah mulai terkikis. Pada dasarnya, nilai ini merupakan nilai luhur dari masa lalu yang dapat ditelusuri, salah satunya melalui relief Ramayana di Candi Prambanan. Relief di Candi Prambanan sebenarnya sudah banyak dikaji oleh para peneliti Arkeologi, tetapi penyampaiannya kepada masyarakat masih belum maksimal. Karenanya, permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana melibatkan komunitas untuk berperan menyampaikan hasil penelitian dari para peneliti yang mengandung salah satu nilai luhur yaitu srawung. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cara baru dalam menyajikan hasil penelitian arkeologi dengan lebih relevan dan luwes sehingga mudah diterima masyarakat. Komunitas penggiat budaya dapat menjadi rekan bagi peneliti untuk menyampaikan hasil penelitian dengan cara-cara relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kata kunci: Relief Ramayana, Srawung, Komunitas Penggiat Budaya
KETERLIBATAN KOMUNITAS PENGGIAT BUDAYA DALAM MENGOMUNIKASIKAN NILAI SRAWUNG BERDASARKAN RELIEF CANDI Salma Fitri Kusumastuti; Yustina Dwi Stefanie; Dwi Kurnia Sandy
KALPATARU Vol. 29 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The value of srawung in Javanese society are slowly dying because of modernization. This value is related to harmony and respect to others, as can be seen in Ramayana reliefs from Candi Prambanan. Reliefs in the temple have been analysed by archaeologists through many researches and scientific books but at times, they are unable to deliver and communicate the value of srawung well. This research studied about how the heritage community conveys some research reports which contain important values to pursue a new relevant way of communicating its substantial value. The heritage community is partner to archaeologists, and also a part of society. So, with a role of heritage community, the value of srawung will be easily received by the people. Di era modern ini nilai-nilai srawung yang berkaitan dengan kerukunan dan sikap saling menghormati sudah mulai terkikis. Pada dasarnya, nilai ini merupakan nilai luhur dari masa lalu yang dapat ditelusuri, salah satunya melalui relief Ramayana di Candi Prambanan. Relief di Candi Prambanan sebenarnya sudah banyak dikaji oleh para peneliti Arkeologi, tetapi penyampaiannya kepada masyarakat masih belum maksimal. Karenanya, permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini adalah bagaimana melibatkan komunitas untuk berperan menyampaikan hasil penelitian dari para peneliti yang mengandung salah satu nilai luhur yaitu srawung. Tujuannya adalah untuk mendapatkan cara baru dalam menyajikan hasil penelitian arkeologi dengan lebih relevan dan luwes sehingga mudah diterima masyarakat. Komunitas penggiat budaya dapat menjadi rekan bagi peneliti untuk menyampaikan hasil penelitian dengan cara-cara relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman.