Eddy Pursubaryanto
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Humaniora

“Kancil the Mousedeer of Sumatra” and “Kancil Saves the Rainforest of Sumatera”: an American Perspective Eddy Pursubaryanto
Humaniora Vol 21, No 3 (2009)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1848.715 KB) | DOI: 10.22146/jh.976

Abstract

Tulisan ini melihat bagaimana Tamara Fielding, seorang story teller dari Amerika, menyajikan dua episode cerita kancil versi Indonesia lewat acara TV "Tell Me a Story". Analisis berdasarkan konsep fungsi seni pertunjukan dan bagaimana sebuah sajian untuk publik Amerika diberi makna dengan perspektif Amerika. Dalam episode "Kancil the mousedeer of Sumatra" Tamara Fielding menyuarakan nilai kesetaraan setiap makhluk hidup dan lewat episode "Kancil Saves the Rainforest of Sumatra", dia mengingatkan pentingnya menjaga hutan hujan dari pembalakan liar.
Seni Pertunjukan Wayang Kancil dan Kemungkinan Pengembangannya di Indonesia Eddy Pursubaryanto
Humaniora No 3 (1996)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2046.964 KB) | DOI: 10.22146/jh.1941

Abstract

Tulisan ini merupakan usaha untuk merekam dalam bentuk tulis peristiwa kebudayaan yang berujud pertunjukan Wayang Kancil di Daerah IstimewaYogyakarta (DIY) mulai tahun 1980 sampai sekarang. Pembatasan waktu inidisebabkan karena tahun itulah awal muncul kembalinya Wayang Kancil diYogyakarta. Di dalam pencatatan ini penulis selalu mengamati pementasan-pementasan yang dilakukan olen rekan-rekan dalang Wayang Kancil. Di samping itu, penulis juga mencatat pertunjukan-pertunjukannya sendiri karena ia juga terlibat secara aktif dalam memainkan Wayang Kancil dari tahun tersebut sampai sekarang. Untuk melengkapi catatan itu, telah diadakan pengecekan kepada seorang nara sumber yaitu Ki Ledjar Soebroto sebagai pencetus penggalian kembali Wayang Kancil di Yogyakarta.